Rabu, 20 Januari 2010 10:10 wib

Presiden Tidak Takut dengan Golkar

Lamtiur Kristin Natalia Malau
Presiden SBY (Foto: Daylife)
Pansus Hak Angket Bank Century telah bekerja sejak awal Desember 2009. Awal Februari 2010, pansus yang dikomandoi Idrus Marham itu akan mengakhiri masa kerjanya.
  • memeth » 0 Tanggapan
    Gonjangganjing kasus Century tak meungkin diselesaikan ? karena mainstrem Persiden di Indonesia dan partai Politik di Indonesia termasuk dalamlingkaran sistem yang korup .Seorang yang mencalonkan diri menjadi Presiden di Indonesia ini perlu modal dan dana Ratusan Milyaran bahkan bisa Trilyunan,sementara seorang presiden yang dicalonkan oleh Partai di Indonesia memelukan modal yang besar smentara Paratai di Indonesia secara kelembagaan miskin , maka darimana sumber dana Partai dan Calon Presiden yang mencalonkan diri di Indonesia ? jelas bahwa kondisi ini menimbullkan akalakalan dalam memenuhi Dana pencalonan Presiden .Dengan kasus Korupsi yang saat ini muncul itu hanya menjadi komudity Poltitk tak mungkin bisa Tuntas, dan siapa pula yang menuntaskan ? meminjam istilah alm Nurcholis Majd kasus korupsi Di Indonesa terjadi greatLock{saling mengunci} seba banyak Elite Politik ketika ditelusuri kasus perkasus akan kelihatan bahwa Elite politik yang teriak masalah kasus korupsi adalah Perampok teriak maling? tapi kondisi saat ini adalah momentum untuk melakukan kebijakan radikal tentang pemberantasan Korupsi , terus pertanyaannya siapa tokoh yang mampu dan lembaga mana yang mampu secara tuntas melibas Koruptor ? dan yang penting harta negara yang dikorupsi oleh para koruptor disita dan dikembalikan ke negara.Maka segera Audit para pejabat negara dari kepala Dinas didaerah sampai Pusat ,Kejkasaan ,Hakim Pajak dan bea Cukai dan pejabat BUMN dan dll mestinya diAudit hartanya ,dan berlakukan asas pembuktian terbalik ,Buka Pulau khusus untuk penjara para Koruptor ,kalau pejahat berat ada Nusa kambangan mestinya bagi kejahatn Luar biasa ada Pulau khusus untuk penjara bagi koruptor .dan yang cocok Pulau antara P. Sumatera dan P.Jawa sekitar Gunung Krakatau jika nanti gunung karakatau meletus para koruptor hilang dengan sendirinya terkena letusan gunung krakatau .
    Beri Tanggapan Laporkan
  • udindagiang » 0 Tanggapan
    ngomong pakai dengkul...tak punya etika..percuma jadi profesor...sudah kerasukan "BASAH-kotor" barisan sakit hati dan koruptor...yang selalu pesimis dan sinis terhadap kebijakan pemimpin..pemimpin ngomong salah,,diam pun salah,,berbuat baik dicari kesalahnya..manusia indonesia sudah kerasukan krisis tak menghargai kepemimpinan dan orang tua
    Beri Tanggapan Laporkan
  • KAPRAWI » 0 Tanggapan
    OUNG YANG BEBUAT SALAH DENGAN NEGARATU KITO BACOKAN YASIN DAN SELURUH UMMAT ISLAM KITA DOAKE MINTA BALASAN YANG SETIMPAL DENGAN PERBUATANNYO ITU DENGAN ALLAH KITA SERAAHKAN BAE DENGAN YANG KUASO MUN UJI TUHAN MATI MATI DIATAS SBY ADO YANG KUASO DIATAS RUHUT ADO YANG PINTAR KAMI RAKYATNI LA CAPEK NENGAR BUALAN KAMU KAMU DI SENAYAN TU YA ALLAH KAMI MOHON GANJARLAH ORANG ORANG YANG MERAMPOK UANG RAKYAT DENGAN GANJARAN SETIMPAL AMIN
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yan karawang » 0 Tanggapan
    Kita tidak perlu berburuk sangka, tapi fakta yang terlihat budiono dan Sri yang membolehkan di bailout. LPS tidak rugi karena bukan uang negara. Emang uang nenek moyang mu...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gembel » 0 Tanggapan
    sri mulyani dan budiona bukan maling..klo mereka maling tetntunya mereka sudah kaya. yang jelas2 maling itu kan si robert tantular..gimana sih bangsa kita ini ga bisa membedakan mana yang maling dan mana yang bukan. tolol banget
    Beri Tanggapan Laporkan
  • den nai » 0 Tanggapan
    kita yg pilih sby.....kita yakin dengan sby....kita dukung kebijakan nya...jangan mau di adu ....mari kita lihat dan saksikan.....ahkir muaranya ...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • lufi » 0 Tanggapan
    Saya bukan pmilih SBY ,tp sy menghormati beliau kerja kerasnya sudah terlihat walaupun belum optimal.untuk profesor cbalah mengkritik diri sendiri dlu dibandingkan SBY,Boediono dan Sri mulyani anda belum berarti apa2..kasus century sudah dibuka oleh pemerintah bahkan media pun meliput jadi ga usah komentar mnta ini mundur itu mundur rakyat sudah melihat jd ga usah diprovokasi..bgaimana dengan profesor apakah berani mundur menjadi prof karena telah membiarkan bangsa ini menjadi seperti ini,anda kan pendidik??bgmna??biar fair..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.