Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setuju dengan sistem Evaluasi Belajar Tahap Akhir dan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebta- Ebtanas) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN).
EBTA/EBTANAS harus didukung oleh PGRI, yang tahu permasalahannya siswa adalah guru-siswa-ortu. Kalau DPR, MENTERI kan hanya sebatas punya kuasa legalisasi saja, kasihan guru sudah gajinya gede, tapi kalau mau ujian ikut gemetaran
Ass.wr.wb.
Otak tidak segala-galanya bagi bangsa Indonesia,disamping IQ juga diperlukan Intelegency of Emosionaly, Intelegency of Social & Intelegency of " Akhlaqul Karimah". Apalah artinya orang2nya cerdas tetapi akhlaqnya bejat2. katanya mau mengejar ketinggalan dgn Malaysia & Singapura. Tapi lihat Indonesia sekarang ini, banyak orang pintar & cerdas, tetapi banyak juga yang koruptor. Mestinya otaknya Jerman, tetapi berhati akhlaqnya Arab Saudi.
Wassalam
UN telah mebuat guru2 saling membodohi dengan cara memberikan siswanya di saat plaksanaan UN, sementara guru yang bersangkutan telah membimbing siswanya selama 9-12 tahun, tapi toh di beri jawaban. dimana guru melihat hasil jerih payahnya membimbing siswanya???
benar!, UN harus dihapuskan, karena di lapangan yang meluluskan siswa tersebut adalah guru mata pelajaran yang diUNkan, mereka memberikan kunci jawaban atas perintah kepala sekolah masing-masing. kemudian di sekolah guru kesulitan dalam mengajar, karena siswa menganggap mereka akan lulus juga.
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.