Jum'at, 26 Februari 2010 21:38 wib

Rakernas Golkar Bahas Nasib Akhir Kasus Century

Fahmi Firdaus
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Rapat kerja nasional (Rakernas) Partai Golkar resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Kasus Bank Century jadi salah satu agenda yang akan dibahas.
  • Ari » 0 Tanggapan
    Benar kata bung 'orang baik'. Kalau kebijakan di pidanakan, akan banyak banget kesalahan Mega yang bisa dipidanakan. Sejauh ini Pansus hanya berusaha untuk mencari orang yang salah. tapi uangnya 6.7 T lari kemana malah tidak diusut mendalam. Coba diinget2 .... dari 3 bulan kerja pansus, berapa Bulan mereka bahas untuk mencari yang bertanggung jawab dalam BailOut dan berapa bulan mereka mencari fakta uang 6.7T ? Yang ngikutin pasti tau jawabannya khan .... Buat Saya yang paling bersalah adalah "Yusup Kala". dia bisa di pidanakan karena mencampuri hukum di Indonesia. ENAK SEKALI JIKA SEORANG WAKIL PRESIDEN MEMERINTAHKAN MENANGKAP TANPA ADA BUKTI. Nanti lama2 kalau ada masalah sama keluarga YUSUP KALA, bisa langsung disuruh tangkap. Wah ... udah kayak jaman Orde baru aja yah. main tangkep tanpa bukti.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • orang baik » 0 Tanggapan
    Dalam dunia usaha, seorang wiraswasta bisa saja silap/mengambil keputusan yg salah & merugikan perusahaan. Demikian juga dalam pemerintahan. Kalau Budiono & Sri Mulyani dikatakan bersalah, bagaimana dengan kasus kontrak penjualan gas ke Cina yg merugikan negara? Seharusnya Bu Mega juga disalahkan dong. Bagaimana dengan kasus lumpur sidoarja, seharusnya pemerintah tidak perlu mengeluarkan uang sepersen pun, seharusnya Bakrie yg disalahkan & mengganti semua kerugian. Jangan kasus century dijadikan agenda politik. Yang terpenting dari penyelidikan century, apakah saat Boediono & Sri Mulyani memutuskan bailout, apakah mereka memiliki niat lain/niat jahat yg merugikan? Apakah ada korupsi? Yg saya sesalkan kurang nya pengawasan terhadap proses bailout, kok uang 6,7T diberikan begitu saja, tidak bertahap, atau tanpa kontrol penggunaan bailout tersebut. Intinya membuat keputusan utk kepentingan banyak orang tidaklah mudah. Sama dengan saat kita membuat keputusan dalam dunia usaha. Kita mengharapkan yg terbaik, tapi kenyataan bisa saja merugikan tidak seperti yg diharapkan.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.