Selasa, 22 Juni 2010 10:29 wib

Andi Nurpati Pilih Demokrat karena Jodoh

muh sahlan
Andi Nurpati (Foto: njowo.multiply.com)
Pertimbangan memilih Partai Demokrat karena jodoh dan saatnya tepat, ketika saya sudah siap masuk parpol. Beda dengan sebelumnya yang masih banyak sekali pertimbangan.
  • patriot » 0 Tanggapan
    cukup tiga kata : harusnya andi MALU.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Megi Budi S, SE » 0 Tanggapan
    Yang diharapkan masyarakat saat ini menjelang Pemilu mendatang, Apapun Partainya, siapapun Pemimpin/Kepala Daerahnya. Adalah mereka2 yang Pro Rakyat dari sekarang dan Memiliki Hati Nurani untuk Sejahterakan Rakyat Indonesia. Partai mamupun calon Pemimpin harus sama2 berjuang menghadapi masalah Sosial, Ekonomi, Pendidikan dan Kesehatan yang masih banyak dihadapi dan dirasakan oleh Rakyat Indonesia. Partai, Wakil rakyat dan Pemerintah, dipilih dan diberi mandat oleh Rakyat dengan harapan untuk peduli dan benar2 terfokus untuk Kesejahteraan Rakyatnya. Bukan untuk kepentingan Partai/Golongan, Pribadi, maupun Politik. Kampanye mendatang Rakyat Indonesia tidak akan lagi percaya terhadap Partai maupun Calon Pemimpin, yang berjanji pada saat Kampanye ! tetapi mereka akan menilainya dari sekarang. Demikian semoga masa depan Rakyat Indonesia akan menjadi lebih baik. Salam
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Abdullah » 0 Tanggapan
    yang membela Andi kan yang pro PD. Tapi menurut aku Andi Nurpati tidak lebih dari PELACUR jalanan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • vofvon.sirgar » 0 Tanggapan
    pantas aj demokrat menang pemilu... ternyata ini yang dijanjikan... gak malu..menjilat air ludah lu sendiri
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Prihandoyo Kuswanto » 0 Tanggapan
    Jika kita memahami persoalan Andi Nurpati , maka kita akan melihat sosok pemimpin yang pada umum nya di negeri ini , tidak berkarakter dan ingkar janji , sebelum menjadi anggota KPU tentunya sudah tau dan melakukan pilihan bahwa KPU itu independen , sekarang rakyat bisa merasakan bahwa kemenangan Demokrat dan SBY , sulit untuk diingkari ada nya ketidak netralan anggota KPU , dengan demikian buat Andi mungkin tidak ada masalah , tetapi bagi KPU telah terjadi degradasi kepercayaan publik , pelajaran yang cukup mahal jika KPU tetap ingin dipercaya oleh rakyat.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.