Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi merilis data mengejutkan tentang institusi Polri. Sejak disurvei mulai 2003 hingga sekarang, institusi Polri selalu berada di peringkat tiga terbawah.
karena polisi yg mengawasi dan menindak jika ada pelanggaran propam polisi sendiri, sampai kiamat tak mungkin netral ,jika pelaku kejahatan orang sipil bisa saja tembak mati dengan alasan melawan dan lari, jika pelaku kejahatan oknum polisi sendiri ,jangan harap ada sebutir peluru yg keluar untuk menyelesaikan...
menurut saya,
pastilah publik memandang lebih rendah polri dari pada TNI sebab, POLRI terlalu akrab dengan masyarakat dan politik. sedangkan TNI hanya untuk pertahanan negara saja. hampir belum pernah terlibat dalam politik atau pelayanan terhadap masyarakat secara langsung. tapi, saya berharap. kita semua dapat mendukung dan saling melengkapi kekurangan baik polri maupun TNI agar indonesia tetap bersatu dan mampu mewujudkan kemajuan bangsa tanpa saling menjatuhkan, hidup indonesia....
Masih syukur LSI berbaik hati utk tidak menaikan kelas, kalau LSI mau menilai secara jujur harusnya turun kelas donk....., karena jaman Hoegeng raportnya hampir tidak ada merahnya....nah sekarang hampir merah semuanya......kecuali kerjaan Densus 88 yg mendpt nilai Biru.....kacihaaan dech loe....
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.