numpang komen sekedar berseloroh, maaf kalo beda pandangan.
Setuju dengan pernyataan "jika ingin damai, maka bersiaplah untuk perang". kenyataannya siapkah ? Harus diakui bukan cuma alutistanya yang ga siap, tapi jg SDM-nya, SDM disini rakyat indonesia keseluruhan, TNI masih mending punya pengalaman operasi militer dalam negeri. sementara masyarakat sipil lainnya sejak berakhirnya perang kemerdakaan tidak lagi punya budaya tempur/perang, yang ada adalah bidaya tawuran antar kampung, kerusuhan politik, saling lempar batu, lempar tombak, nembak pake senjata rakitan sambil tereak-tereak histeris. tak banyak yg punya pengalaman bergerak dalam komando tempur. Sementara perang jelas sangat jauh berbeda dengan tawuran antar kampung, lebih kejam dari sekedar kerusuhan macam di Poso sekalipun. Kerusuhan dan tawuran macam itu kalah atau menang paling-paling cuma nyawa yang melayang, tapi perang jika kalah bukan cuma jutaan nyawa yg melayang bisa jadi kedaulatan negara pun akan melayang. Perang bisa dimulai jika memang dimungkinkan untuk menang. Jika memulai perang hanya untuk kalah, bisa jadi akan menjadi perang paling konyol. Seperti pernah dilakukan Irak menyerang Kuwait, Negara Arab memulai perang dengan Israel. Salah hitung, modal tereak, modal keyakinan tanpa dasar, akhirnya kalah !!! dan tengoklah nasibnya sekarang.
Kapan Rakyat Indonesia siap perang ? nantilah jika Wajib Militer telah diterapkan. Sekedar pembanding, aku googling dan nemu posting Tentara Wanita Israel, mereka cantik-cantik mirip artis/model Indonesi, terpelajar, Modis, fashionable, ceria, nenteng M-16, tapi tetep bengis di medan tempur. Mereka wajib militer.
Mereka bener-bener punya budaya perang. Belum lagi alutistanya.
Di negara kita ?
So, jika Nia Ramadhani, Ariel, Luna Maya, Tamara, Cut Tari, Ibas, Anaknya Bakrie, Tokoh Politik, pejabat/keluarganya, mahasiswa, dan rakyat jelata lainnya pernah nenteng M-16 di garis depan sebagai Tentara Wamil barulah Indonesia bisa dikatakan punya bidaya tempur/perang, dan bisa dikatakan Indonesia memang bersiap perang dengan siapa saja, kapan saja. Jika tidak ? sebaiknya baek-baek aja ama negara tetangga, kerna bagaimanapun bukan malaysia aja yg akan dihadapi tapi juga sekutu lainnya.
Sorry kalo beda perspektif...
salam
klo kendala kurang senjata untuk melawan malaysia dan negara tdk ada anggaran beli alutsista.indonsia dgn jmlh penduduk ratusan juta bisa iuran tuk beli senjata bayangkan satu orang iuran 10 rb klo yg byr 100 jt orang.bisa buat beli rudal.
klo kendala kurang senjata untuk melawan malaysia dan negara tdk ada anggaran beli alutsista.indonsia dgn jmlh penduduk ratusan juta bisa iuran tuk beli senjata bayangkan satu orang iuran 10 rb klo yg byr 100 jt orang.bisa buat beli rudal.
klo kendala kurang senjata untuk melawan malaysia dan negara tdk ada anggaran beli alutsista.indonsia dgn jmlh penduduk ratusan juta bisa iuran tuk beli senjata bayangkan satu orang iuran 10 rb klo yg byr 100 jt orang.bisa buat beli rudal.
tdk ada bangsa yg ingin mengedepankan perang di dunia ini.tp ketegasan itu penting dr neg RI.jgn lebay pd Malaysia.semua neg punya martabat yg hrs di jaga.Neg RI tdk bergantung sama jiran itu.
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.