Senin, 6 September 2010 02:12 wib

"SBY Jubir Indonesia atau Malaysia?"

Misbahol Munir
Kapasitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato menyikapi memanasnya hubungan Indonesia dengan Malaysia di Mabes TNI beberapa waktu lalu dipertanyakan.
  • ruhut kampret » 0 Tanggapan
    Muntah gw lama2 ama presiden ini..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mbahbejo » 0 Tanggapan
    sok moralis!..udah di injek kepala oleh malaysia masih santun..bukan santun..tapi sontoloyo..percuma presiden dari TNI tapi ndak brani tegas...apa lagi komentar putranya mengatakan indonesia tidak siap perang..ini sudah mengecilkan TNI itu sendiri..bahwa tentara kita tidak punya nyali.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mbahbejo » 0 Tanggapan
    sok moralis!..udah di injek kepala oleh malaysia masih santun..bukan santun..tapi sontoloyo..percuma presiden dari TNI tapi ndak brani tegas...apa lagi komentar putranya mengatakan indonesia tidak siap perang..ini sudah mengecilkan TNI itu sendiri..bahwa tentara kita tidak punya nyali.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • manda » 0 Tanggapan
    pemerintah harus tegas dlm menyikapi permasalahan dgn malaysia dan jgn sampai berulang2
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dhani » 0 Tanggapan
    @ tahu diri kita merasa lemah
    Beri Tanggapan Laporkan
  • desmo » 0 Tanggapan
    untung ga nyoblos die....ketauan ga bisa tegas, malah terkadang seperti badut...kapan sosok bung karno datang lagi, jaman dulu indonesia berani perang pake bambu runcing, demi harga diri dan merdeka...sekarang banyak senjata malah mengalah terus...lama2 daerah perbatasan jadi milik malaysia kalo gini.....macam israel yang caplokin palestina
    Beri Tanggapan Laporkan
  • jaka » 0 Tanggapan
    menghadapi situasi ini memang harus extra hati2. mengingat akan banyak campur tangan dari negara2 lain yg berkepentingan.dan harus di rencanakan secara detil oleh seluruh personil TNI. kelemahan kita adalah kita baru memperhatikan kondisi kepulauan kita saat ada kasus2 seperti ini yg mencuat. perlu diakali dengan usaha pengadaan persenjataan yang baik disertai operator yg ahli. serta adanya hukum kelautan yg tegas layaknya jaman kerajaan dahulu. kapal2 yg tertangkap melakukan tindakan ilegal di wilayah indonesia akan di sita dan di berikan/ disalurkan kepada nelayan2 indonesia. dengan demikian ikut menaikkan kualitas bertahan hidup dari nelayan2 kita. mohon usul saya dipikirkan. terima kasih.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.