Selasa, 7 September 2010 19:05 wib

Aliran Sesat Sebut Zikir Akbar Menyimpang

Tritus Julan
Ilustrasi (jodiley)
Ketenangan umat Islam di Kota Mojokerto terusik menyusul beredarnya selebaran yang memuat ajaran menyesatkan.
  • wahab » 0 Tanggapan
    kembali ke Al-Qur'an & As-Sunnah adalah jalan yang paling terbaik.. apa yang dilakukan, dicontohkan dan disyariatkan oleh Rasul, itulah yang disebut agama ISLAM yang diwahyukan oleh ALLAH.. jika tidak dilakukan dan dicontohkan oleh Rasul maka.. "INTROSPEKSI DIRI".. jgn 2 itu petunjuk syaithan..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • citro siman » 0 Tanggapan
    sngt prehatin dngn masyara kat kt yg gampang diprovokasi dr isu agama.marilah kita belajar dngn menggunakan akal se hat.kita ini hrs percaya diri dan smua isu yg gak masuk akal jngn ditanggapi.klau kt ribut dr isu iti, berarti mere ka berhasil mempropokasi.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sarwani » 0 Tanggapan
    saya setuju apa yang dikatakan saudarasugiharto, karena zikirberjamah/akbar dan melagukan bacaan ayat al-qur'an tidak pernah di sunnahkan rasulullah. dan nabi muhmmad saw itu adalah nabi yang terakhir dan tidak ada lagi nabi setelahnya.dan apabila ada umat islam yang menyatakan akan ada nabi setelah nabi muhammad saw,patutlah kita pertanyakan tentang keislamannya dan bahkan keluarlah ia itu dari keislamannya
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Deblong » 0 Tanggapan
    Dzikir berjamaah dan dzikir menggunakan hitungan adalah Bid'ah karena tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Hendaknya kaum muslimin kembali kepada ajaran Rasulullah bukan ajaran yang tidak ada sumber dan dasar hukumnya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wanda » 0 Tanggapan
    Hati-hati saudara ku.... ini tidak lebih selebaran yang bersifat provokasi/adu domba antar umat Islam yang dilakukan oleh pihak lain yg jelas bukan bagian dari umat islam. saya harap umat Islam tetap tenang menghadapinya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Surahman, ST » 0 Tanggapan
    setuju dg pendapat pak sugiharto, setuju dg sikap MUI jgn gegabah, kalo memang identitas penulisnya jelas ajak dialog dong mkn memang ada kegelisahan yg ingin disampaikan, jadi para ulama dan umara' sibuklah dg urusan umat, jgn sibuk urusin perut sendiri. sebaiknya masyarakat "Inteligent Maindednya" ditingkatkan agar kalo ada yg bigitu begitu cepat laporkan aparat, penyebarnya tangkap dulu tp jgn digebuki krn bisa melanggar hukum. kalo masyarakat cerdas kan bangsa bisa lebih cepat maju.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Sugiharto » 0 Tanggapan
    Memang kalau Dzikir tidak boleh dikeraskan apalagi pakai kata akbar, Berzikirlah dengan suara yang Lembut Itu kata Allah SWT, Melagukan Bacaan Al-Quran kadang merusak Mahrojnya, Rosul Tidak pernah Mencontohkan yang berarti itu perbuatan Bid'ah. Tapi kalu setelah Muhammad SAW ada anbi lagi saya tidak setuju.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.