kembali ke Al-Qur'an & As-Sunnah adalah jalan yang paling terbaik..
apa yang dilakukan, dicontohkan dan disyariatkan oleh Rasul, itulah yang disebut agama ISLAM yang diwahyukan oleh ALLAH.. jika tidak dilakukan dan dicontohkan oleh Rasul maka.. "INTROSPEKSI DIRI".. jgn 2 itu petunjuk syaithan..
sngt prehatin dngn masyara kat kt yg gampang diprovokasi dr isu agama.marilah kita belajar dngn menggunakan akal se hat.kita ini hrs percaya diri dan smua isu yg gak masuk akal jngn ditanggapi.klau kt ribut dr isu iti, berarti mere ka berhasil mempropokasi.
saya setuju apa yang dikatakan saudarasugiharto, karena zikirberjamah/akbar dan melagukan bacaan ayat al-qur'an tidak pernah di sunnahkan rasulullah. dan nabi muhmmad saw itu adalah nabi yang terakhir dan tidak ada lagi nabi setelahnya.dan apabila ada umat islam yang menyatakan akan ada nabi setelah nabi muhammad saw,patutlah kita pertanyakan tentang keislamannya dan bahkan keluarlah ia itu dari keislamannya
Dzikir berjamaah dan dzikir menggunakan hitungan adalah Bid'ah karena tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Hendaknya kaum muslimin kembali kepada ajaran Rasulullah bukan ajaran yang tidak ada sumber dan dasar hukumnya.
Hati-hati saudara ku....
ini tidak lebih selebaran yang bersifat provokasi/adu domba antar umat Islam yang dilakukan oleh pihak lain yg jelas bukan bagian dari umat islam. saya harap umat Islam tetap tenang menghadapinya.
setuju dg pendapat pak sugiharto, setuju dg sikap MUI jgn gegabah, kalo memang identitas penulisnya jelas ajak dialog dong mkn memang ada kegelisahan yg ingin disampaikan, jadi para ulama dan umara' sibuklah dg urusan umat, jgn sibuk urusin perut sendiri. sebaiknya masyarakat "Inteligent Maindednya" ditingkatkan agar kalo ada yg bigitu begitu cepat laporkan aparat, penyebarnya tangkap dulu tp jgn digebuki krn bisa melanggar hukum. kalo masyarakat cerdas kan bangsa bisa lebih cepat maju.
Memang kalau Dzikir tidak boleh dikeraskan apalagi pakai kata akbar, Berzikirlah dengan suara yang Lembut Itu kata Allah SWT, Melagukan Bacaan Al-Quran kadang merusak Mahrojnya, Rosul Tidak pernah Mencontohkan yang berarti itu perbuatan Bid'ah. Tapi kalu setelah Muhammad SAW ada anbi lagi saya tidak setuju.
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.