pengusaha sih mau membayar lebih pada para buruhnya dikarenakan para buruh ini ujung tombak usahanya namun yang membuat para pengusaha enggan menaikan gaji para buruhnya dikarena disatu sisi pemerintah tidak menghilangkan biaya siluman. oleh sebab itu daya saing hasil produksinya tinggi dikarenakan adanya komponen biaya siluman yg dimasukan ke harga jual hasil produksi tsb.
saya setuju dengan komentar bung alfa_romeo.. walaupun tidak semua buruh seperti itu..
namun saya salah satu dari pengguna jalan tol Jakarta-Cikampek yang dirugikan karena demo ini
tolong pemerintah segera bertindak mengatasi masalah ini, agar arus lalu lintas lancar kembali
tolong juga untuk para pendemo, jgn merugikan pengguna jalan tol seperti ini
kalau anda egois begitu, sampai tuli pun tidak akan ada yang mendengarkan keluhan anda
sampaikan demo anda dengan cara yang baik..
Maka dari itu pemerintah harus tanggap sama persoalan rakyat "yg benar2 kecil" klo-pun buruh "yg benar2 buruh" soalnya selama pandangan say sebagai rekanan buruh juga saya melihat mereka itu lebih banyak terhasut untuk berdemo di bandingkan bekerja..
Klo pun bekerja dan mendapat gaji, gaji tersebut selalu habis di gunakan hal2 tidak guna spt : kredit motor, sudah tau untuk makan serta kesejahteraan cukup tapi nekad juga kredit motor..
Usir paksa yg masuk jalan tol, mereka salah tempat untuk berdemo..
Kasihan pengguna jln lainnya..
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.