Sabtu, 28 Januari 2012 06:36 wib

Bupati Bima Ngotot Pertahankan SK, Anarkisme Dikhawatirkan Berlanjut

Catur Nugroho Saputra
Kantor Bupati Bima Dibakar (Dok. RCTI)
Direktur Walhi NTB, Ali Usman, meminta SK izin penambangan dicabut untuk menghindari bentrokan lanjutan.
  • Syarif » 0 Tanggapan
    Begitlh hsl dr keangkhan dn keserakahan seorg peminphn/pemrinth..selurh elemn pemrnth tdk patut menylhkn rakyat dngn kejadian dibima krn it ulah/akibt pemrnth.ad ap bupati memprthnkn SK it?buknkh pencbtan Sk it hak sepnuhnya pemrnth trhdp pihk swasta.sy sngt mendukng msrkat sape labu ntk memprthnkan wilyahnya.slm perjuangan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • drg. Abdul Azis,M.Kes » 0 Tanggapan
    Sebenarnya di Bima akurlah antara pemerintah daerah dan masyarakat supaya kesejahteraan meningkat. dan ini efek dari demokrasi yang kebablasan. Dan jumlah penduduk bertambah dengan cepat maka pemenuhan kebutuhan dasar sulit dilakukan. Dan pemerintah pusat galakkan KB secara maksimal. Negara c**a cepat berkembang setelah kebijakan 1 anak diterapkan dan mampu menekan kemiskinan dan laju pertumbuhan ekonomi meningkat.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Yoggel » 0 Tanggapan
    intinya ya emang ada uang di balik ini, makanya bupatinya ngotot...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Mbah Syubali » 0 Tanggapan
    Di Bogor walikota ngotot, di Bima bupati ngotot, di tempat lain juga begitu, demi yang namanya hukum dan peraturan undang-undang buatan manusia yang tidak sempurnah itu, RT ngotot, RW ngotot, Lurah ngotot, Camat ngotot, Bupati ngotot, Walikota ngotot, Gubernur ngotot, Menteri ngotot, Presiden ngotot, DPR ngotot, MPR ngotot, dan cuma Rakyat tertindas ketidakadilan oleh negara yang akan terus berjuang untuk tidak ngotot, akan tetapi mempertahankan hak sejarah sebagai pewaris sah atas bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, sejak jaman purba, sejak pra-sejarah, bahkan sejak sebelum yang namanya negara itu ada.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.