Begitlh hsl dr keangkhan dn keserakahan seorg peminphn/pemrinth..selurh elemn pemrnth tdk patut menylhkn rakyat dngn kejadian dibima krn it ulah/akibt pemrnth.ad ap bupati memprthnkn SK it?buknkh pencbtan Sk it hak sepnuhnya pemrnth trhdp pihk swasta.sy sngt mendukng msrkat sape labu ntk memprthnkan wilyahnya.slm perjuangan
Sebenarnya di Bima akurlah antara pemerintah daerah dan masyarakat supaya kesejahteraan meningkat. dan ini efek dari demokrasi yang kebablasan. Dan jumlah penduduk bertambah dengan cepat maka pemenuhan kebutuhan dasar sulit dilakukan. Dan pemerintah pusat galakkan KB secara maksimal. Negara c**a cepat berkembang setelah kebijakan 1 anak diterapkan dan mampu menekan kemiskinan dan laju pertumbuhan ekonomi meningkat.
Di Bogor walikota ngotot, di Bima bupati ngotot, di tempat lain juga begitu, demi yang namanya hukum dan peraturan undang-undang buatan manusia yang tidak sempurnah itu, RT ngotot, RW ngotot, Lurah ngotot, Camat ngotot, Bupati ngotot, Walikota ngotot, Gubernur ngotot, Menteri ngotot, Presiden ngotot, DPR ngotot, MPR ngotot, dan cuma Rakyat tertindas ketidakadilan oleh negara yang akan terus berjuang untuk tidak ngotot, akan tetapi mempertahankan hak sejarah sebagai pewaris sah atas bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, sejak jaman purba, sejak pra-sejarah, bahkan sejak sebelum yang namanya negara itu ada.
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.