Pengesahan Permen Sertifikasi Guru Molor

SURABAYA- PengesahanPeraturan Menteri (Permen) tentang sertifikasi guru terpaksa molor. Hal inilantaran Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo sedangberduka. Ibunya meninggal dunia, Selasa (10/4) lalu.

Padahalseluruh draf yang disusun untuk sertifikasi guru ini sudah selesai dikerjakan.Rencana pengesahan Permen yang sedianya dilakukan, Senin (9/4) lalu, hinggakini masih mangkrak.

KetuaTim Sertifikasi Guru dan Dosen Pusat, Prof Dr Muchlas Samani menuturkan, drafPermen ini bahkan sudah ditandatangani pejabat di bagian Balitbang DepartemenPendidikan Nasional di Jakarta

Pekanlalu draf sudah kami susun, dan sudah ditantangani pejabat ekselon satu,tinggal menunggu pengesahan dari Mendiknas. Tapi sejak beberapa hari laluMendiknas harus pulang ke kampungnya, maka pengesahan belum bisa dilakukan,ujar Ketua Tim Sertifikasi Guru dan Dosen Pusat Muchlas Samani, Kamis (12/4/2007).

Hinggasaat ini, pihaknya belum bisa memastikan kapan pengesahan Permen itu bisadilakukan. Sebab pengesahan ini wewenang penuh Mendiknas.

MenurutMuchlas, dalam draf yang disusun dalam Permen ini, butir-butir yang disusunhanya yang sudah tidak diperdebatkan lagi dalam Rancangan Peraturan Pemerintah(RPP) tentang Sertifiksi Guru dan Dosen. Sebab, hingga saat ini penggodokan RPPbelum kelar. Penyusunan Permen ini juga sebagai jawaban atas desakan banyakpihak agar sertifikasi guru bisa segera dilakukan.

Butir-butiryang ada dalam Permen memang yang sudah pasti. Kalau yang masih belum jelasdalam RPP yang mungkin bisa berubah, maka tidak dimasukan dalam Permen. Permenini hanya berisi butir-butir yang aman saja, ungkapnya.

Salahsatu butir yang sudah jelas tertera dalam Permen itu adalah peserta sertifikasiguru adalah guru yang sudah berpendidikan S-1 atau D-4. Sedangkan untuk jenistes yang dilakukan adalah tes portofolio. Kendati hanya tes portofolio, Muchlasmemperkirakan banyak guru yang tidak bisa lolos. Hal ini disebabkan guru diIndonesia belum mempunyai kebiasaan untuk mengumpulkan portofolio.

Dosensaja banyak yang tak punya portofolio. Apalagi guru-guru yang ada di desa-desa.Selama ini mereka menganggap portofolio tak ada gunannya, cetusnya.

Muchlasmengatakan, syarat portofolio ini hanya menguntungkan guru-guru yang kreatifyang selama ini sering mengikuti berbagai kegiatan yang mendukung karirnyasebagai guru. Kalau guru-guru biasa, itu susah. Tapi ini mungkin hanya untuktahun pertama saja, selanjutnya nanti pasti guru akan mulai mengumpulkan bahanportofolio, tuturnya.

Jikadalam bulan ini permen itu sudah bisa disahkan, diharapkan Juli 2007 nantiseluruh portofolio yang terkumpul sudah bisa dikoreksi, sehingga Agustus 2007nanti sudah bisa diketahui hasilnya.

Sebelumdilakukan uji portofolio, terlebih dahulu Dinas Pendidikan harus mengumpulkandata guru yang akan disertifikasi. Sebab, hingga saat ini proses pendataan itubelum rampung. (abdul rochim/Sindo/uky)

()

berita terkait

foto & video lainnya

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bugatti Veyron Ini Buatan Seniman Boyolali