MAKASSAR - Distribusi kartu pemilih untuk Pilkada Sulawesi Selatan (Sulsel) tak merata, KPUD setempat dituding melakukan keberpihakan yang memberi keuntungan pada pasangan calon Gubernur tertentu.
"Kami curiga, dengan tindakan ini, KPUD menguntungkan calon tertentu," kata Sandra, relawan pendukung calon Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, saat mengadu di KPUD Sulsel, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulsel, Minggu (4/11/2007).
Bagaimana tidak, puluhan warga pendukung Syahrul, yang memiliki hak pilih, tak mendapat kartu pemilih untuk mengikuti pilkada yang akan digelar Senin 5 November.
Bersama 50 warga yang tak mendapat surat pemilih, Sandra mengadu ke KPUD Sulsel. Mereka menagih janji KPUD dua hari lalu yang menyatakan akan menyelesaikan kasus ini melalui kelurahan hari ini.
KPUD memberi waktu pada masyarakat hingga 4 November pukul 12.00 Wita untuk datang ke Kelompok Penyelenggara pemungutan Suara (KPPS) di kelurahan guna mendapat undangan.
"Hingga pukul 12.00 beberapa warga sudah datang di kelurahan Mamajang, Makassar tapi ternyata ditolak dengan alasan itu bukan urusan lurah maupun KPPS, dan di lempar BPS," ujar Sandra kesal dan kemudian menggiring warga ke KPUD.
Namun, hingga kini, KPUD tak bergeming dengan aksi pengaduan itu. "Ini ada 40 KK lengkap dengan keluarga dan semua belum terdaftar," kesalnya.
Untuk diketahui dalam pilkada Sulsel ini ada tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan bertarung. Mereka adalah pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang, Amin Syam-Mansyur Ramly dan Abdul Aziz Kahar Muzakar-Mubyl Andalin.
Syahrul merupakan calon incumbent yang kini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulsel. Sedangakan Amin Syam calon incumbent yang menjabat sebagai Gubernur Sulsel.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.