Luragung Hajar Truk di Pantura, 6 Orang Tewas

Senin, 05 November 2007 15:25 wib | Annas Nasrullah - Sindo

PANTURA - Bus Luragung berpenumpang penuh bertabrakan dengan truk colt diesel di jalur pantura, tepatnya di Subang, Jawa Barat. Akibatnya, enam orang tewas di tempat dan 17 lainnya mengalami luka serius.

Kecelakaan maut itu terjadi di Jalan Prapatan Kondang, Desa Tanjung Rasa, Kecamatan Patok Beusi, Subang, Jawa Barat, Senin (5/11/2007) pukul 11.30 WIB. Jalur tengkorak ini ternyata tidak memiliki pembatas jalan di tengahnya.

"Adu banteng" terjadi ketika bus jurusan Kuningan-Jakarta sedang menyalip kendaraan di depannya. Sopir pun menggeber bus bernopol E 7674 YB itu, dengan kecepatan tinggi.

Tiba-tiba, dari arah berlawanan muncul Bus Handoyo. Terperanjat melihat Luragung berada di jalurnya, pengemudi Bus Handoyo membanting stir ke arah kiri.

Bus Handoyo memang selamat. Tapi, pengemudi Luragung tampaknya tidak mengetahui ternyata ada sebuah truk di belakang Bus Handoyo itu. Kecelakaan pun tak dapat dihindari. Seketika, kepala Luragung menghantam kepala truk colt diesel bernopol G 1815 GG itu.

Setelah bertubrukan dahsyat, bus berwarna kuning itu buang arah ke kiri lalu menghantam tiang listrik dan tembok rumah makan Tika. Akibat, kecelakaan maut ini, sopir Luragung Wasim (30) dan sopir truk Agus Torib (58) tewas di tempat.

Empat korban tewas lainnya yang juga penumpang Luragung diketahui bernama, Aat (20) warga kuningan, Keni (40) warga kuningan, Noe usia dan alamat belum diketahui, dan Tursini (54) warga Cirebon.

Hingga pukul 15.10 WIB, semua korban luka dan tewas masih berada di Puskesmas Patok Beusi. Kecelakaan naas itu kini ditangani langsung Polres Subang, Jawa Barat.

"Kecelakaan diduga karena supir ugal-ugalan. Kami memanggil pihak perusahaan untuk memeriksa teknis kendaraan," ujar
Kapolres Subang AKBP Sugiyono di tempat kejadian perkara.
(Annas Nasrullah/Sindo/ism)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »