Adegan Mesum Siswi SMKN Tuban Beredar, Polisi Amankan Pelaku

|
TUBAN - Seorang pemuda berinisial Is (19), warga Gresik terpaksa berurusan dengan polisi. Tindakan polisi ini dilakukan setelah ditemukan kepingan CD yang berisi adegan mesum Is dengan pacarnya, sebut saja Melati (17).

"Penyelidikan sementara, pelaku sengaja mempertontonkan adegan porno di hadapan umum dalam bentuk CD," ujar Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Efendi Lubis, di kantornya, Tuban, Jawa Timur, Selasa (6/11/2007).

Pelaku yang juga pemilik toko selular di Jalan Pahlawan itu, kini digelandang ke Mapolres Tuban. Is ditahan bersama barang bukti berupa tiga kepingan CD yang berdurasi lebih dari 5 menit itu.

Melati yang masih duduk di bangku kelas III Akuntansi salah satu SMK Negeri di Tuban, sudah dua tahun berpacaran dengan si pelaku. Tapi, tampaknya jalinan kasih itu akan segera berakhir. Itulah awal mula perkara penyebaran adegan mesum keduanya.

Terungkapnya kasus itu terbilang unik. Pihak sekolah menemukan tiga keping CD di depan gerbang sekolahan. CD yang ternyata berisi adegan mesum itu disertai beberapa lembar kertas yang berisi ancaman kepada Melati, agar tidak memutus hubungan dengan Is.

Apesnya, CD yang tergeletak itu ditemukan wakil Kepala Sekolah Muhammad Ansyori. Lantaran berisi adegan mesum salah satu siswanya, pihak sekolah memutuskan melapor ke Mapolres Tuban. Polisi yang menerima laporan itu langsung bergerak dan meminta keterangan siswi yang ada di dalam adegan tersebut.
 
Di hadapan petugas, Is yang baru lulus SMA di Gresik itu mengaku merekam adegan panas dengan pacarnya menggunakan kamera digital pada September 2007 lalu. Lalu, hasil rekaman itu dijadikan dalam bentuk VCD berisi tiga file.

Dalam potongan adegan yang ada dalam VCD itu, wajah keduanya memang tidak tampak jelas. Sebab, keduanya melakukan adegan ranjang di dalam ruangan gelap, yang diduga dilakukan di counter hp milik pelaku. Melati sendiri sempat dipanggil pihak sekolah dan ditanyakan perihal adegan panas itu. Gadis ini pun mengaku tidak pernah tahu waktu pengambilan gambar itu.

Di luar jam sekolah, Melati ternyata juga bekerja sebagai penunggu counter Hp milik pelaku. "Pelaku sudah mengakui semua apa yang dilakukan, termasuk mengambil gambar," terang Efendi.
 
Pelaku akan dijerat pasal 282 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 1,5 tahun. Beberapa peralatan rekam juga diamankan polisi sebagai barang bukti. Polisi juga masih melakukan penyelidikan apakah adegan itu juga sudah dikirim ke beberapa tempat selain sekolahan. "Kita masih selidiki kelanjutannya," terangnya.
(ism)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Cuaca Jakarta Bersahabat untuk Pergelaran Maraton