Ada Penyimpangan Wewenang untuk Lindungi Adelin Lis

|
JAKARTA - Markas Besar (Mabes) Polri mengendus ada konspirasi oknum pejabat berwenang dalam melindungi Adelin Lis. Kini, Polri sudah memiliki bukti bahwa mantan terdakwa pembalakan liar itu dibantu oknum aparat sehingga berhasil melarikan diri.

"Yang jelas, ada tindakan untuk melindungi dan kaburnya tersangka," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (9/11/2007).

Sisno pun memaparkan dugaan konspirasi yang diduga kuat melibatkan lembaga hukum di Sumatera Utara (Sumut) itu. Setelah Adelin divonis bebas pada 5 November, Kapolda Sumut Irjen Pol Nuruddin Usman pada pukl 14.30 WIB berkoordinasi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatra Utara (Sumut) Gortab Marbun.

Masih kata Sisno, Kajati Gortab menyanggupi akan menahan Adelin sampai tanggal 7 November malam. Lalu, pada tanggal 6 November pagi, polisi datang menghadap Kajati Gortab.

Di luar dugaan polisi, ternyata pada malam sebelumnya, 5 November pukul 23.35 WIB, Adelin sudah dijemput Kejaksaan Tinggi untuk dibebaskan. "Jadi ini sangat aneh dalam pembebasan itu terjadi. Ini sudah dijadikan bukti awal," jelas polisi berkumis khas ini.  

Sisno menuturkan, surat yang menyebabkan keluarnya Adelin dari rutan itu berdasarkan berita acara penetapan hakim tertanggal 5 November 2007. Berita acara penetapan ini, berdasarkan berita acara pengeluaran tahanan pada malam itu, yang disampaikan tertanggal 3 November dan berdasarkan surat penetapan hakim tanggal 1 November.

"Terlihat disitu sudah direncanakan dan dipersiapkan untuk membebaskan tahanan dengan berbagai upaya. Surat-surat ini sudah kita ambil, sudah dipelajari, dan sedang kita proses. Kemungkinan terjadinya pemalsuan atau penyimpangan wewenang jabatan," tutup Sisno.
(ism)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Wanita Ini Tewas Akibat Tertimbun Longsor