Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemilu Tulis Dinilai Suatu Kemunduran

Hariyanto Kurniawan , Jurnalis-Selasa, 13 November 2007 |09:06 WIB
Pemilu Tulis Dinilai Suatu Kemunduran
A
A
A

JAKARTA - Efisiensi anggaran pengadaan Pemilu 2009 terus menuai kritik. Salah satu usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan meniadakan pencoblosan dan diganti dengan penulisan. Kebijakan ini dinilai suatu kemunduran.

"Ini mengada-ada! Ini jelas langkah mundur," kritik keras pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago dalam perbincangannya dengan okezone di Jakarta, Selasa (13/11/2007).

Padahal, lanjut Andrinof, mekanisme pencoblosan dalam setiap pemilihan umum (pemilu) tidak pernah mendapatkan penolakan dari masyarakat. Selama pemilu berlangsung di Indonesia, warga juga tak mempersoalkan cara pencoblosan.

"Cara seperti ini (pemilu tulis) akan banyak memakan waktu dalam hari pencoblosan," tegas peneliti senior dari The Habibie Center ini.

Menurutnya, teknis pencoblosan justru terbukti lebih cepat dan efektif bila dibandingkan dengan cara tulis. "Isu ini juga mengacaukan isu yang seharusnya lebih penting untuk dipersoalkan," pedas Profesor Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini.

(Ismoko Widjaja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement