Coblos Diganti Tulis, Mahal Paku atau Pulpen?

|
JAKARTA - Penghematan anggaran Pemilu 2009 tinggal menunggu keputusan DPR. Pemerintah mengusulkan untuk mengganti teknis pencoblosan dengan penulisan. Nah! Sekarang lebih mahal mana, paku untuk mencoblos atau pulpen buat menulis?

"Kita semua tahu, lebih mahal pulpen daripada paku," sindir ujar Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jerry Sumampow kepada okezone, di Jakarta, Selasa (13/11/2007).

Belum lagi sosialisasinya. Berdasarkan pengalaman 2004, ujarnya, sosialisasi mencoblos untuk pemilihan wakil rakyat saja masih banyak yang membingungkan. Apalagi sistem yang baru.

"Sistem ini pasti membutuhkan dana sosialisasi tambahan dan akan jauh lebih mahal. Jadi, kita tidak melihat adanya efisiensi," kritiknya.

Jerry menuturkan, tidak seluruh pemilih di Indonesia bisa baca tulis dengan baik dan benar. Bila akhirnya salah menuliskan nama wakil rakyat, justru akan menjadikan lahan konflik. "Itu akan sangat beresiko dan riskan," sesalnya.

Maka itu, karena perubahan sistem baru ini justru rakyatlah yang menjadi korban. Sebab dari semua segi, lanjut Jerry, kebijakan tersebut tidak ada menunjukkan hal yang lebih baik. "Kalau semakin rumit, rakyat yang akan semakin rugi. Pertahankanlah sistem yang ada," tegasnya.
(ism)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ibunda Pelaku Tangisi Korban Penembakan Kanada