PEKANBARU - Biasanya, kawanan jambret dilakukan kalangan dewasa. Namun faktanya berbeda dengan apa yang terjadi di Pekanbaru, Riau. Kawanan pencuri khususnya telepon selular (HP) malah dikerjakan anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar (SD). Bahkan korbanya berasal dari kalangan dewasa.
Cara bocah SD itu mencuri HP juga terbilang unik. Anak-anak ini biasanya berpura-pura meminjam kepada siapa saja dengan alasan mau menelpon keluarganya.
"Kami biasanya mencuri dengan meminjam kepada siapa saja orang yang membawa HP untuk telepon orangtua. Setelah dipinjamkan, yang punya saya pura-pura sakit dan mau ke toilet, tapi HP terus saya pegang. Setelah ada kesempatan saya kabur," kata Bayu, salah seorang anggota komplotan, Selasa (13/11/2007).
Selain mengelabui korbannya, Bayu juga pernah ngelabui polisi. Sebelumya, dia pernah ditangkap pada 9 September. Namun begitu, sampai Poltabes Pekanbaru dia pura-pura mau kencing. Setelah ada kesempatan Bayu yang masih duduk di bangku kelas 6 SD langsung kabur.
Wakasat Reskrim Poltabes Pekanbaru AKP Arie Dharmanto mengatakan, mereka itu terdiri dar tiga orang dan tergolong masih anak-anak.
"Yang belum ketangkap ada 2 orang lagi yaitu RB dan RM. Mereka biasanya beraksi berpisah-pisah, khususnya ditempat keramaian. Sudah ada 13 laporan tentang perbuatan mereka. Mungkin mereka sudah ada yang melatihnya," tegas Arie.
(Fetra Hariandja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari