JAKARTA - Usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengganti surat pemilih dengan KTP dalam Pemilu 2009, menuai perdebatan. Banyak yang mendukung upaya penghematan JK itu, tapi banyak pula yang mengkritiknya.
"Kita belum setuju karena sekarang masih banyak KTP ganda," kata Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Demokrat EE Mangindaan, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (15/11/2007).
Secara prinsip Mangindaan sangat mendukung semangat penghematan yang dilakukan JK. Menurutnyam usulan itu akan diterima jika ada perbaikan mekanisme data base kependudukan di Indonesia.
"Tapi saya tidak tahu sistem kependudukan dapat dibenahi sebelum 2009 atau tidak," ujar Mangindaan ragu.
Sementara itu, Ketua Fraksi PAN Zulkifli Hasan justru mendukung usulan Ketua Umum Partai Golkar itu. Menurutnya, kekhawatiran terjadinya manipulasi dengan KTP ganda bisa diatasi dengan pemberlakukan celup tinta usai pencoblosan.
"Dari dulu saya setuju dan mendorong untuk itu. Kalau khawatir akan dimanipulasi, kan ada bukti tintanya," ujar Zulkifli.
(pie)