Dua LSM Bentrok di PN Karawang

|

KARAWANG - Dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terlibat bentrok di Pengadilan Negeri (PN) Karawang. Dua LSM tersebut adalah LSM Komando Penegak Keadilan (Kompak) dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Kedua LSM ini bentrok tepat di halaman parkir PN Karawang.

 

Dari pantauan di lapangan, Kamis (15/11/2007), bentrokan kedua LSM ini terjadi karena keduanya melakukan aksi saling menyerang. Tiba-tiba saja kedua kubu yang masing-masing membawa puluhan anggota ini. berupaya saling menyerang anggota lawannya. Kedua pihak merasa saling diserang pihak lawan.

Kontan saja, puluhan anggota Pengendalian Masyarakat (Dalmas) berupaya menghadang aksi ini. Namun, meski anggota Dalmas menghalangi aksi kedua LSM ini, sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara Dalmas dan kedua LSM ini.

 

Aksi bentrok kedua massa ini merupakan para pendukung para terdakwa dan pelapor mengenai perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan terdakwa kepada si pelapor. Terdakwa sendiri adalah Wardi bin Udin dan Fauzi bin Abdul Hamid yang didakwa Pasal 335 KUHP.

Keduanya sempat ditangkap pihak Mabes Polri. Penangkapan kedua terdakwa ini pun sebelumnya sempat menuai protes keluarga. Pasalnya, persoalan yang menyangkut terdakwa dirasakan tidak masuk akal jika langsung ditangani pihak Mabes Polri.

 

Menurut adik terdakwa Wardi, Ahmad bin Udin, 38, warga Desa Kuta Pohaci, Kec Ciampel, Kab Karawang, kakaknya tiba-tiba ditangkap Mabes Polri karena persoalan sepele semata. Awalnya, sambung Ahmad, warga desa Desa Sirnabaya dan warga Desa Puseurjaya, Teluk Jambe Timur melakukan aksi unjuk rasa ke PT International Steel Indonesia (PT ISI) di Kawasan Industri International City (KIIC), terkait persoalan pengelolaan limbah padat (skrap).

 

Namun, karena keduanya dituduh sebagai provokator dalam menghentikan mobil truk milik pengusaha Johanes Matheus Pattikawa yang akan memasuki areal PT ISI untuk mengambil limbah padat di perusahaan tersebut, maka keduanya ditangkap Mabes Polri. "Padahal, sebelumnya PT ISI telah mengeluarkan Surat Perjanjian Kontrak (SPK) terhadap CV Mitra Mukim milik H Muklis yang sudah bekerjasama dengan pihak Desa Sirnabaya," jelas Ahmad.

 

Ketua LSM Kompak Mulyono Sukur mengungkapkan, kemarahan anggotanya dipicu provokasi anggota GMBI terhadap massanya. Karena provokasi yang dinilainya sudah berlebihan, anggota Kompak akhirnya berupaya menyerang anggota GMBI. Mulyono mengaku, keberadaan anggotanya di PN hanya berupaya mengawasi agar jalannya persidangan di PN bisa lancar dan sesuai proses hukum yang berlaku. "Karena kami datang ke sini hanya berupaya menjaga sidang yang diawali dengan pengerahan massa GMBI pada sidang perdana sebelumnya," ujarnya.

 

Aksi kedua LSM ini akhirnya bisa diredam setelah petugas Dalmas dan beberapa anggota Polres Karawang langsung turun tangan meredam amarah massa. Setelah melalui perdebatan yang sengit, kedua kubu ini langsung membubarkan diri. Sedangkan kedua terdakwa langsung di bawa kembali ke tahanan LP Warung Bambu dengan pengawalan yang ketat dari pihak Kepolisian dengan menggunakan mobil tahanan.

(ism)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kisruh di DPR, Fahri Hamzah: Semua Akan Baik-Baik Saja