Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah di NTT

Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah di NTT
A
A
A

KUPANG - Hujan deras disertai puting beliung yang melanda Kabupaten Ruteng dan Timur Tengah Utara Nusa Tenggara Timur (NTT), empat hari terakhir menyebabkan lebih dari 60 rumah rusak berat dan ringan.

Ratusan tanaman pertanian warga dilaporkan tumbang serta jaringan listrik di lokasi bencana putus total. Tidak ada korban jiwa, namun seorang warga Desa Tualene, Kecamatan Biboki Utara dilarikan ke rumah sakit karena mengalamai luka ringan ketika puting
beliung menghancurkan rumahnya.

Kepala Sub Dinas Bantuan Sosial dan Profesionalitas Pekerja Sosial pada Dinas Sosial NTT, Sri Wulandari, dalam keterangan persnya di Kupang, Sabtu (17/11/2007) mengatakan, pemerintah kedua kabupaten telah menyalurkan bantuan darurat berupa beras 1500 kilogram, puluhan dos mi instant, kecap manis, ikan kering, tenda darurat, makanan siap saji dan sejumlah kebutuhan lainnya.

"Pemerintah provinsi NTT sudah menyiapkan sejumlah bantuan dan akan segera disalurkan apabila dibutuhkan," ungkapnya.

Menurutnya, lebih dari 500 warga untuk sementara mengungsi dan membangun tenda-tenda darurat sementara warga lainnya memilih untuk berlindung  di rumah keluarga.

"Pada masa tanggap darurat ini, pemerintah sudah menerjunkan relawan taruna siaga bencana untuk membantu mengevakuasi para korban sekaligus membangun posko siaga bencana. Para relawan akan membantu mendistribusikan bantuan social serta melakukan membantu para korban," lanjutnya.

Dalam bencana puting beliung tersebut yakni 42 rumah rusak berat dan ringan di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara, Timor Tengah Utara. Sedangkan di Kabupaten Euteng, terdapat 20 rumah yang rusak berat di Kecamatan Waerii.

"Kerusakan lain di Ruteng yakni bangunan SD Timung hancur, atap pastoral gereja Timung terbawa angin. Selain itu  gedung Kantor Camat Waerii rusak berat dan jaringan PLN terputus," ujar Sri Wulandari.

Senin lalu, hujan deras disertai angin puting beliung yang terjadi di Kota dan Kabupaten Kupang, mengakibatkan belasan rumah rusak. Sementara di kabupaten Lembata, sebuah bangunan SD juga dilaporkan rusak berat setelah diterpa puting beliung.

Kondisi ini menyebabkan ratusan siswa terpaksa melakukan aktivitas belajar mengajar dibawah pohon.

Kepala Kepala BMG Stasiun El Tari Kupang, Albert Kusbagio, yang dihubungi terpisah mengatakan, secara normal, hujan di NTT baru akan terjadi pada akhir November mendatang.

"Tetapi berdasarkan data yang ada, kemungkinan musim hujan akan terjadi lebih awal," ujarnya. BMG telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada mengingat perubahan musim ini akan disertai angin kencang maupun puting beliung.

(Nurfajri Budi Nugroho)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement