tragedi sukhoi

NEWS » News

Hendak ke Bali, 6 ABG Asal Bandung Diamankan

Selasa, 20 November 2007 19:33 wib

BANYUWANGI - Enam cewek ABG asal Bandung, Jawa Barat, yang diduga jadi korban trafiking, siang tadi diamankan aparat kepolisian saat akan menyeberang ke Bali.

Aparat kepolisian yang berjaga-jaga di Pelabuhan Ketapang dalam rangka pengamanan menjelang KTT Global Warming di Bali, terpaksa mengamankan mereka karena tidak membawa kartu identitas KTP.

Aparat juga mengamankan dua laki-laki dan perempuan yang diduga sebagai perantara. Selain itu, sang sopir juga ikut dimintai keterangan.

Rombongan cewek-cewek yang masih di bawah umur ini menumpangi mobil Suzuki APV Nopol D 1425 XB warna hitam. Aparat mencurigai cewek-cewek ABG itu sebagai korban trafiking karena polres pernah mendapat laporan dari Polres Bandung tentang adanya anak yang hilang atau lari dari rumahnya.

"Saat aparat memeriksa setiap penumpang di Pelabuhan Ketapang, mereka kita amankan karena tidak membawa KTP. Polres Banyuwangi juga mendapat laporan dari Polres Bandung tentang adanya anak yang hilang atau lari dari rumahnya," ujar Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Agung Setyobudi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, keenam ABG itu mengaku berasal dari Cimahi Utara, Tengah, dan Selatan, Bandung. Mereka antara lain Citra Sari (17), Ririn Febriani (15), Fitri Irawati (17), Lilis Nurjanah (16), Novita Aggia (15), dan Tiantimala (26).

Sedangkan dua orang yang diduga sebagai pendamping atau perantara adalah Ai Mulyani (34), warga Pancaike Wetan, Bandung, dan Fery Setiawan (22).

Menurut pengakuan para ABG, mereka akan dipekerjakan sebagai pelayan (waitress) di kafe-kafe di daerah Sanur, Bali. Agung mengatakan, Polres Banyuwangi saat ini sedang berkordinasi dengan Polres Bandung untuk memulangkan anak-anak tersebut.

"Pihak aparat Polres Bandung sedang menuju ke Banyuwangi untuk menjemput anak-anak ini. Mereka ini akan dieksploitasi atau dipekerjakan dan bisa tergolong trafiking," kata Agung.

Melihat penampilan para ABG itu, sempat muncul dugaan mereka juga akan dipekerjakan sebagai PSK. Sang sopir, Teddy, mengaku mobil yang dikemudikannya disewa selama empat hari dengan biaya Rp375 ribu.

"Saya hanya sopir rental mobil, biasa mengantar orang-orang ke Bali," katanya.

Hingga petang tadi, aparat polres masih memeriksa para ABG dan orang-orang yang diduga sebagai pemasok pekerja anak-anak itu. Untuk sementara waktu, mereka diinapkan di Mapolres.
(Ishomuddin/Sindo/jri)