JAKARTA - Usulan polri yang meminta jatah kursi di DPR dinilai tak masuk akal. Polri seharusnya sadar diri dengan posisinya sebagai penegak hukum yang mengabdi ke masyarkat.
"Kalau penegak hukum ya penegak hukum, kalau pengabdi masyarakat ya pengabdi masyarakat, jadi aneh kalau berpikir kembali masuk ke DPR," kata anggota Fraksi PDIP Suparlan kepada okezone, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, rabu (21/11/2007).
Mencuatnya usulan itu, menurut Suparlan, justru menunjukkan penurunan kualitas berpikir kepolisian di era reformasi ini. "Saya kira kalau begitu polisi mundur terlalu jauh. Itu nggak bisa sekaligus dua-duanya," ujarnya.
Sebagai pengabdi masyarakat, Polri seharusnya fokus dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya, khususnya di bidang keamanan dalam negeri.
Sebelumnya, Kadiv Binkum Mabes Polri Irjen Polisi Teguh Soedarsono membuat tulisan tentang hak pilih TNI-Polri di sejumlah media massa. Di dalam tulisan tersebut, Teguh mewacanakan polisi bisa memilih dan dipilih tanpa melalui partai politik.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari