BANDUNG - Bakal calon gubernur Jawa Barat, Indra Hutabarat, yang spanduknya mengundang kontroversi karena tercantum logo zionis, bersikukuh tidak akan mencabut spanduknya tersebut. Keputusan itu tetap dipertahankan sekalipun banyak menuai kecaman.
"Saya tidak akan menurunkan spanduk saya, karena spanduk tersebut tidak melanggar hukum. Masyarakat harus mengerti ini, di mana letak salahnya?" tegas Indra kepada okezone (21/11/2007).
Dirinya beranggapan bahwa logo yang dilarang untuk ditampilkan adalah logo seperti PKI yang berlambang palu dan arit, selain PKI. Indra berpendapat, yang seharusnya dilarang adalah lambang separatis seperti OPM dan sebagainya.
"Perlu diingat, sekarang ini banyak organisasi yang mengenakan logo palu arit seperti PKI. Itu yang seharusnya dilarang. Belum lagi lambang masalah separatis seperti OPM. Bahkan di Jawa Barat sendiri organisasi separatis itu ada, seperti di Bogor," lanjut Indra.
Dirinya menyatakan, tidak ada sedikitpun niat untuk mencabut spanduknya tersebut kendati sudah menuai kecaman dari berbagai kalangan dan teguran dari Partai Golkar yang tak lain menjadi kendaraan politik Indra dalam mencalon sebagai gubernur.
"Mereka yang protes adalah mereka yang belum mengerti, kalau ada yang keberatan, silakan temui saya, dan saya akan berikan pemahaman tentang logo itu. Harap dicatat," tukas Indra dengan nada tinggi.
(Fetra Hariandja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari