Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hafidz Lahir Tanpa Dinding Mulut

Ainun Nadjib , Jurnalis-Kamis, 22 November 2007 |18:11 WIB
Hafidz Lahir Tanpa Dinding Mulut
A
A
A

BANTUL - Hafidz Rafif Anafi, bayi berumur 2,5 bulan anak pasangan Ngatijo (40) dan Sudarmini (33), warga Dusun Ngajaran Rt 09 Rw 04 Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, menderita penyakit Plagio Palato Gnatoschizis atau sumbing hingga ke langit-langit mulut.

Bayi yang lahir 5 September lalu ini tidak memiliki dinding pada langit-langit mulutnya dan filter antara rongga mulut dengan dengan rongga hidung. Akibatnya, Hafidz sering tersedak saat minum. "Kalau sudah tersedak dia pasti demam dan sesak napas," terang Sudarmini saat ditemui, Kamis (22/11/2007).

Penyakit ini membuat Hafidz tidak bisa minum ASI layaknya bayi seusianya. Dia selalu tersedak saat minum ASI. Untuk minum Hafidz harus memakai dot khusus yang ada sendoknya. Untuk sembuh dari penyakitnya ini Hafid harus menjalani tiga kali operasi, yakni operasi bibir sumbing, operasi gusi, dan pembuatan langit-lagit mulut. Operasi ini dilakukan sejak umur 10 pekan, 1,5 tahun dan 8 tahun.

"Kami tidak tahu apakah surat keterangan tidak mampu (SKTM) bisa digunakan untuk operasi ini, kalau harus membayar kami tidak mendapatkan beaya dari mana," terang Ngatijo yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan.

Sudarmini sendiri kepada wartawan mengaku baru mengetahui kalau anak keduanya ini tidak mempunyai dinding mulut tiga hari setelah lahir di RSUD Panembahan Senopati.

Semula Sudarmini hanya mengira anaknya hanya sumbing biasa. "Kami hanya tahu kalau Hafidz sungsang dan harus oeprasi sesar. Tiga hari setelah lahir kami baru tahu kalau anak saya punya kelainan," terangnya sambil menitikkan air mata.

Selama hamil, Sudarmini mengaku tidak pernah mengonsumsi obat-obatan. Hanya saja dia mengakui kalau dulu sering mengkonsumsi jamu Jawa. Saat ini anaknya sering sakit, setiap kali tersedak badannya selalu demam. Bahkan beberapa waktu lalu Hafidz harus ditrawat di rumah sakit lantaran menderita ISPA.

Terpisah, dr Anik Dwiyani dokter spesialis anak yang menangani Hafidz saat lahir mengungkapkan, kelainan pada bayi ini merupakan kasus yang cukup jarang terjadi. Menurut dia, satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi secara khusus.

"RSUD Panembahan Senopati belum mampu, saat itu kita telah memberikan rujukan ke RS dr Sardjito Yogyakarata," terangnya.

Meyinggung keterbatasan biaya, dr Anik menyatakan hal itu sepenuhnya kewenangan pihak RS Sardjito. RSUD Panembahan Senopati hanya bisa memberikan rujukan, bukan rekomendasi keringanan biaya.

"Saat operasi sesar dulu kita bebaskan semua biaya karena mereka memiliki SKTM. Kalau untuk operasi SKTM-nya bisa digunakan atau tidak, itu sepenuhnya kewenangan RS Sardjito," terangnya.

(Nurfajri Budi Nugroho)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement