Polisi Gagalkan Pengiriman 8 PSK asal China ke Timor Leste

|

KUPANG - Sebanyak delapan wanita asal China yang dijual sebagai pekerja seks komersial (PSK) ke Timor Leste, digagalkan aparat Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Delapan wanita itu ditangkap bersama seorang warga Indonesia bernama Bambang Hermawan yang dicurigai sebagai germo. Mereka ditangkap ketika akan menyeberang ke Timor Leste melalui pintu perlintasan Mota Ain di bagian barat Kabupaten Belu, NTT.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Marthen Radja mengatakan, polisi mencurigai mereka karena mengaku akan bekerja ke Timor Leste, namun malah membawa visa turis. "Seharusnya mereka membawa visa kerja. Ketika diinterogasi, para wanita itu tidak tau mau kerja apa di Timor Leste," kata Marthen di Kupang, Jumat (7/12/2007).

Kedelapan wanita yang berusia antara 18-25 tahun itu adalah Pochnlin Yourong, Ponchnxu Chuying, Ponchnxu Chnrong, Ponchnye Xiufang, Ponchnen Fenglan, Ponchnwang Hongyan, dan Ponchye Xuena. Setelah ditangkap, mereka langsung dibawa ke Kupang melalui perjalanan darat dan tiba di Mapolda NTT.

Dia mengatakan, enam wanita itu tidak bisa berbahasa Indonesia maupun Inggris, sehingga proses pemeriksaan masih membutuhkan waktu. Namun, berdasarkan keterangan awal, mereka akan dijual sebagai PSK di negara paling miskin tersebut. Kedelapan wanita itu direkrut sebuah jaringan perdagangan manusia di Beijing dan tiba di Jakarta pada tanggal 4 Desember 2007. Namun, kepolisian belum bersedia menyampaikan identitas jaringan penjualan manusia tersebut.

Dia mengatakan, wilayah NTT telah menjadi lokasi transit wanita korban penjualan jaringan tersebut. Para wanita itu umumnya dibawa dari luar negeri lewat Bali dan Jakarta sebelum terbang ke Timor Leste lewat Kupang. Mereka kemudian pergi Atambua menggunakan mobil sebelum menyeberang perbatasan kedua negara.

(fmh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    TIK Dihapus, Guru Ini Ngajar Lewat Blog