BANDUNG - Ketua DPD PDIP Jabar Rudi Harsa Tanaya mengatakan, upaya tim 6 DPW PPP Jabar untuk menyandingkan cawagub, Nu'man Abdul Hakim dengan Cagub dari DPD PDIP, Agum Gumelar sudah tertutup. Sebab, keputusan dukungan DPP PDIP untuk menghadapi Pilkada Jabar 2008 telah disahkan melalui Surat Keputusan (SK) DPP PDIP dengan pasangan Agum-Rudi.
Dia menyebutkan, munculnya kandidat Mantan Ketua KONI Pusat, Agum Gumelar menjadi cagub Jabar sudah melalui proses panjang di lingkungan internal Partai di Jabar. Nama Agum Gumelar dimunculkan saat Rapat Kerja Khusus (Rakerdasus) DPD PDIP Jabar, 16 Oktober.
"Pada saat partai-partai tidak berani membicarakan pilkada dan cagub/cawagub, PDIP sudah mengusung nama Agum Gumelar dalam Rakerdasus. Sejak itu, partai lain juga tidak ada yang mencoba untuk mendekati pengusungan Pak Agum. Mungkin, banyak parpol yang belum percaya, kalau Pak Agum bersedia maju sebagai cagub di Jabar," kata Rudi saat dihubungi, Minggu (9/12/2007).
Karena itu, kata Rudi, DPD PDIP akhirnya memutuskan untuk mensosialisasikan Agum Gumelar sebagai cagub Jabar yang akan diusung dalam Pilkada Jabar, mendatang. Bahkan, DPP PDIP memutuskan dengan mengeluarkan SK resmi untuk mengusung Agum-Rudi.
"DPP akhirnya memutuskan untuk memasangkan Agum dengan saya sebagai kandidat cagub/cawagub Jabar dari DPD PDIP," tegasnya.
Rudi melanjutkan, dalam proses perkembangan politik yang terjadi dalam menghadapi pilkada Jabar, DPD PDIP juga tidak berusaha untuk mendekati parpol lain untuk mewacanakan pengusungan calon. Sebab, upaya komunikasi politik yang dilakukan terhadap parpol lain seperti Golkar (Danny Setiawan) tidak mungkin. Karena, Danny Setiawan merupakan kader dari golkar. Selain itu juga, Nu'man sebagai kader DPW PPP Jabar.
Kemudian kata dia, pihaknya mengakui, selama proses perkembangan politik menjelang Pilgub, DPD PDIP Jabar pernah bertemu dengan PPP untuk mengupayakan penyandingan Agum-Nu'man. Tapi, saat itu, keputusan penyandingan pasangan sudah berada ditangan DPP PDIP.
"Dalam proses keputusan akhir DPP, pendekatan DPW PPP Dibilang terlambat, tidak, karena belum ada surat keputusan akhir DPP. Tapi, jika dibilang tidak terlambat juga tidak. Karena, masih memiliki waktu. Tapi, bolanya sudah berada di DPP PDIP. Nah, saat itu, saya sudah serahkan untuk DPW PPP Jabar untuk melakukan komunikasi politik antara DPP PPP dengan DPP PDIP," bebernya.
Namun, dalam proses yang hampir memakan waktu selama satu bulan lebih itu, DPP PDIP akhirnya memutuskan untuk mengusung Agum-Rudi untuk maju dalam Pilgub Jabar. "Jadi, sekarang, Kalau PPP masih memiliki harapan atau berharap untuk menyandingkan pasangan Agum-Nu'man, sudah terlambat. Saya kira, kalau itu terjadi, kesimpulannya ada di Pak Agum, bukan di PDIP lagi," tegasnya.
Dirinya menandaskan, munculnya keputusan pasangan Agum-Rudi melalui SK DPP PDIP menunjukan, peluang koalisi partai antara PDIP dengan partai bukan lagi soal soal pemaketan. Sebab, pasangan cagub/cawagub dari DPD PDIP ini sudah final.
"Keputusan final organisasi DPP PDIP tidak akan lazim jika SK yang sudah dikeluarkan akan dicabut lagi. Ini partai besar, bukan partai ecek-ecek. artinya keputusan sudah diambil dan tidak mungkin dicabut kembali," ungkapnya.
(Fetra Hariandja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.