Prostitusi Liar di Madiun Marak

|

MADIUN - Prostitusi liar di wilayah Kota dan Kab Madiun saat ini cukup marak dan menyebar. Sejumlah lokasi dan tempat sering digunakan untuk praktek prostitusi secara terselubung. Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani oleh Pemkot dan Pemkab Madiun, praktek prostitusi itu akan semakin meluas dan meresahkan.

Berdasarkan data di lapangan, Kamis (13/12/2007), di wilayah Kab Madiun daerah yang sering dijadikan praktek prostitusi liar yakni di kawasan Pasar Moneng, Kec Pilang Kenceng. Kemudian di Desa Lembah dan Kerebet, Kec Saradan di kawasan Pasar Dolopo, Desa Dolopo, Kec Dolopo. Kemudian di kawasan Sarmi di Desa Jiwan, Kec Jiwan.

Sedikitnya di wilayah Kab Madiun terdapat 30 lokasi prostitusi liar yang tersebar di beberapa lokasi. Di setiap lokasi tersebut terdapat sekitar 15-20 Penjaja Seks Komersial (PSK) terselubung yang usianya berkisar 20 tahun sampai 40 tahun. Sedangkan, di wilayah Kota Madiun terdapat lokasi prostitusi liar di sekitar kawasan Sambirejo dekat Liponsos Kota Madiun.

Menurut Kasubdin Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab Madiun, Tri Endah, maraknya tempat-tempat prostitusi liar dan terselubung tersebut cukup menghawatirkan. Sebab, kata dia, mereka yang menjadi penjaja seks komersial sulit terjangkau untuk mendapatkan akses kesehatan dan perlindungan.

"Saat ini kami berusaha menjangkau mereka agar mendapatkan akses informasi kesehatan yang memadai seputar penyakit menular seksual (PMS) dan bahaya HIV/Aids," ujarnya saat ditemui di kantornya.

Menurut dia, para PSK aktif yang berada di lokalisasi Gude, Kec Jiwan, Kab Madiun, maupun di lokalisasi liar tersebut diajak untuk aktif memeriksakan kondisi kesehatannya di Klinik Reproduksi Anggrek yang berada di daerah Dolopo.

Mereka, kata dia, juga diajak untuk selalu memakai kondom saat berhubungan dengan pasangannya karena cara itu akan menghindari penularan HIV/Aids.

"Kami juga akan memberikan kondom khusus wanita sebanyak 100 unit kepada para PSK di Gude dan kawasan lokalisasi liar yang terjangkau oleh kami. Kondom wanita ini kita harapkan dapat menjadi solusi ketika si pria enggan memakai kondom," ujarnya.

Menurut Direktur Yayasan Bambu Nusantara, Andreanus M Uran, para PSK yang berada di lokalisasi-lokalisasi liar ini cukup rentan mendapatkan perilaku kekerasan dari pelanggan dan lingkungan sekitarnya. Disamping itu, mereka juga sulit untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

"Kami juga kesulitan untuk menjangkau mereka karena para PSK-nya sering berpindah-pindah," ujarnya.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bantu Tangani ISIS, Pasukan Peshmerga Tiba di Kobani