Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

WHO : Flu Burung Menular Antarmanusia di Pakistan

WHO : Flu Burung Menular Antarmanusia di Pakistan
A
A
A


JENEWA - Ahli dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) pada Kamis kemarin waktu setempat mengonfirmasi kasus pertama flu burung yang menular antar manusia di Pakistan.

Namun menurut mereka penularan ini sangat terbatas sehingga tidak berisiko meluas. Tes khusus yang dilakukan di laboratorium Kairo dan London menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi secara fatal oleh virus H5N1 ini tidak memiliki riwayat kontak dengan unggas yang terinfeksi.

"Karena kami memiliki kasus seorang manusia yang terinfeksi, dan kami tidak menemukan ada riwayat korban pernah kontak dengan unggas, maka kami menyimpulkan bahwa ini merupakan kasus penularan antara manusia yang terbatas, kata Juru Bicara WHO, John Rainford.

Menurut WHO, memang kontaminasi manusia ke manusia pernah dilaporkan di Kamboja, Indonesia, dan Vietnam dalam beberapa bulan ini, namun itu belum menular lebih dari satu orang. Kasus seorang suspect flu burung di China disangkal oleh pemerintahan setempat.

Pada kasus terakhir di Pakistan, seorang pejabat WHO menyatakan bahwa cek permulaan telah menemukan tidak ada bukti yang menunjukkan kasus menular antara manusia yang berlanjut atau berkelompok.

"Semua identifikasi menutup kontak termasuk dengan anggota keluarga yang terinfeksi dan mempengaruhi petugas kesehatan juga telah dipindahkan dari observasi medis yang tertutup," katanya.

Para ahli khawatir bahwa strain virus H5N1 telah bermutasi menjadi bentuk yang sangat ganas dan menular, yang bisa menimbulkan pandemi sebagaimana yang terjadi kasus pandemi flu di Spanyol pada 1918, yang diklaim mengorbankan 10 juta jiwa.

Tim WHO telah mengirimkan hasil penelitian setelah Menteri Kesehatan setempat mengumumkan kematian seorang pria yang merupakan satu dari enam orang yang terinfeksi H5N1 di wilayah Provinsi North West Frontier perbatasan Afghanistan.

Saudara dari korban juga meninggal pada 23 November sebelum dilakukan tes untuk virus flu burung. Keduanya memang bekerja di tempat yang terpisah jauh dari unggas yang terinfeksi.

Hingga saat ini, Flu burung telah membunuh 211 orang dari 343 orang yang terinfeksi. Dimana kasus pertama pada manusia dilaporkan sejak tahun 2003 yang dikhawatirkan virus ini bisa bermutasi menuju bentuk yang sangat mudah menular antar manusia, yang bisa menimbulkan wabah dunia yang bisa membunuh jutaan manusia hanya dalam waktu singkat. Tidak berbeda senjata biologi pemusnah masal.

Sementara itu, Peneliti Flu Burung dari Fakultas Kesehatan Hewan Universitas Airlangga, CA Nidom menyatakan bahwa memang ada indikasi virus H5N1 mulai berubah bentuk menyerupai mirip virus yang ada pada manusia.

Sehingga memang ada tanda-tanda bahwa virus sekarang sudah tidak lagi menular melalui unggas. Hasil kesimpulan ini berdasarkan penelitiannya pada banyak kasus flu burung yang ada di Indonesia. Akhirnya pada pertemuan di Bandung sekitar dua bulan lalu, temuan tim peneliti ini sudah disampaikan pada pemerintah. Yakni bahwa virus flu burung sekarang sudah memiliki identitas baru "Humanized virus".

"Kami sudah sampaikan temuan ini kepada pemerintah sekitar dua bulan lalu. Sehingga sekarang waktunya bagi pemerintah untuk semakin menggalakan penanggulangan virus ini," katanya.

Meski demikian dia tidak menafikan bahwa sumber penularan flu burung, unggas masih tetap berperan. Kenyataannya, di Indonesia memang banyak sekali ditemukan unggas di pemukiman. Sehingga agak sulit untuk membedakan mana virus yang benar-benar dari unggas, dan mana yang bukan. Namun dengan hasil penelitian tim ahli yang tergabung dalam Komnas Flu Burung tersebut, bisa menjadi salah satu wacana baru untuk menguak misteri kerja virus mematikan ini.

"Saya merekomendasikan kepada pemerintah untuk lebih serus menguak misteri virus ini. Mekanisme pengiriman sampel ke WHO memang tetap penting. Namun lebih penting lagi menguak misterinya guna mencegah terjadinya pandemik atau wabah yang bisa membunuh jutaan manusia dalam waktu sekejap," paparnya.

Menanggapi pernyataan WHO tentang penularan flu burung antarmanusia yang
terbatas itu, menurut Nidlom, itu tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang tidak serius. Itu merupakan sebuah peringatan bahwa virus flu burung kini menjadi semakin kuat dan ganas. Sehingga tindakan antisipasi dan kewaspadaan perlu ditingkatkan. Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Komnas Flu Burung maupun Departemen Kesehatan belum ada yang bisa dikonfirmasi.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement