Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

60% Lahan di Jawa Rawan Longsor

Satria Nugraha , Jurnalis-Kamis, 03 Januari 2008 |13:30 WIB
60% Lahan di Jawa Rawan Longsor
A
A
A

YOGYAKARTA - Sebanyak 60% lahan di seluruh Pulau Jawa rawan longsor. Daerah rawan longsor itu termasuk beberapa pegunungan di Jawa seperti Lawu, Sindoro, Seribu, serta Parangbolong.

Pakar geologi UGM Dr Dwikorita Karnawati menjelaskan beberapa ciri-ciri lahan yang rawan longsor antara lain, daerah pegunungan yang tersusun atas batuan lapuk yang lebih dari lima tahun sehingga tertutup tanah subur yang gembur mencapai dua meter.

"Hampir 60% lahan di Jawa bahkan Indonesia ini rawan longsor," kata Dwikorita di kampus UGM, Yogyakarta, Kamis (3/1/2008).

Selain daerah pegunungan yang tertutup batuan lapuk, daerah rentan longsor lainnya adalah kawasan yang berada di lapisan miring serta memiliki bebatuan retakan yang menutupinya.

Selain itu daerah dataran atau bukit lebih berbahaya dibanding daerah lereng, sebab lokasinya yang berada di daerah lembah sungai sehingga berpotensi diterjang degree batuan dan banjir. "Contohnya kemarin seperti Pacet dan Taman Naional Gunung Leusuer," imbuhnya.

Dwikorita mengemukakan, beberapa daerah yang patut diwaspadai terkena longsor setelah peristiwa Karanganyar adalah daerah Gunung Muria, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, serta Purworejo. Kerentanan tersebut akan terus bertambah jika lokasinya juga rawan gempa bumi.

"Kita sudah memetakan daerah di Jateng dan Jatim mana saja yang rentan longsor maupun gempa. Kalau setelah Karanganyar yang perlu diwaspadai selanjutnya Muria, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen hingga Purworejo," tegas Dwikorita.

(Nurfajri Budi Nugroho)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement