Kembalikan Kyai Soromoyo, Setelah itu Soeharto Lengser

Kamis, 17 Januari 2008 08:09 wib | Pipiet Tri Noorastuti - Okezone

SOLO - Sebagai salah seorang penganut kejawen Pak Harto cukup dikenal sebagai sosok yang percaya kekuatan spiritual. Namun, tak banyak yang tahu jika dua benda pusaka keraton pernah menjadi sumber kekuatan di balik kejayaan Soeharto selama 32 tahun berkuasa.

Di sebuah sudut keraton Kasunanan Solo seorang abdi dalem Keraton, KRA Sukatno Purwoprojo pun bertutur. "Pak Harto pernah meminjam dua pusaka kraton yakni Gong Kyai Soromoyo dan sebuah tombak," ujarnya.

Kala itu sekira tahun 1966 pria yang akrab disapa Mbah Sukat itu mendapat perintah dari Sunan PB XII Suryoguritno untuk membungkus sebuah tombak dan sebuah gong keramat milik keraton, layaknya hendak dikirim.

Pria berusia 78 tahun ini pun bertanya dalam hati sebab tak biasanya pusaka kraton dibungkus seperti itu. Dugaan Mbah Sukat betul, dua pusaka itu kemudian dikirim ke Jakarta melalui pesawat oleh salah satu abdi dalem keraton, benda tersebut kemudian dibawa ke kediaman Soeharto di Cendana.

"Tapi kemudian dibawa dan disimpan di Istana," ujarnya.

Berpuuh-puluh tahun benda pusaka itu berada di Istana, namun pada suatu hari Mbah Sukat terkaget saat melihat benda pusaka tersebut dikembalikan lagi kraton. Dan entah kebetulan atau tidak, tak lama setelah benda pusaka itu dikembalikan Soeharto lengser.

Menurut Mbah Sukat, peminjaman pusaka, mungkin karena Soeharto mendapat saran dari guru spiritualnya.

"Guru spiritual Soeharto itu banyak yang di Jogja. Sedangkan saat dua benda pusaka dikembalikan ada dua kemungkinan yang pertama diminta sang pemilik (Sunan PB XII), atau memang sudah tidak cocok lagi dengan Pak Harto sebab sebuah benda pusaka memiliki batas waktu kecocokan, dengan seseorang yang menyimpannya," ujarnya. (fit)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »