SEMARANG - Bencana di Jawa Tengah (Jateng) mengakibatkan kerugian sebesar Rp776,614 miliar. Kerugian terbesar terjadi pada kerusakan sarana dan prasarana, seperti rusaknya jalan dan jembatan yang mencapai Rp390,082 miliar.
Plt Kepala Badan Informasi, Komunikasi, dan Kehumasan (BIKK) Pemprov Jateng, Urip Shihabudin mengungkapkan, sepanjang akhir Desember 2007 hingga awal Januari 2008 bencana banjir, longsor dan angin puting beliung melanda 23 dari 35 kabupaten/kota di Jateng.
"Sebagian besar tergenang banjir dan tanah longsor. Total kerugian yang diakibatkan bencana tersebut mencapai Rp776,614 miliar," terang dia di kantornya, Kamis (17/1/2008).
Kerugian terbanyak terjadi pada kerusakan infrastruktur seperti jalan, bangunan, dan irigasi. Kerugian yang diakibatkan kerusakan infrastruktur mencapai Rp397,82 miliar. Sementara, sektor pertanian mengalami kerugian Rp175,232 miliar akibat kerusakan areal persawahan, tegalan, jaringan irigasi, dan lainnya.
"Perhitungan kerugian tersebut berdasarkan data yang kami terima terakhir pada 14 Januari 2008," katanya.
Memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi daerah bencana, Pemprov Jateng telah menyiapkan berbagai alternatif kebijakan yang akan ditempuh. Di antaranya mendorong percepatan pembangunan yang sudah direncanakan, relokasi tempat pembangunan yang sudah dianggarkan, dan relokasi anggaran yang ditujukan di daerah bencana.
"Untuk relokasi anggaran ada rencana memindahkan pembangunan SD di Kabupaten Tegal menjadi pembangunan SD di daerah bencana," terangnya.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.