JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin "dipinang" Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto. "Mahar dan surat nikah" pun sudah diberikan Wiranto kepada Din Syamsuddin.
Jenderal (Purn) Wiranto tiba di Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jalan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2008), sekira pukul 12.30 WIB.
"Memang dalam Islam kalau mau menikah harus meminang dulu," ujar Din Syamsuddin kepada wartawan. Berarti ini pacaran dong Pak Din? "Pacaran itu bahasa Islam-nya Ta'aruf. Ini bukan pendekatan," jawab Din senyum-senyum.
Tak jauh berbeda dengan Din, Wiranto beranggapan Hanura dan Muhammadiyah memiliki daya ikatan kimia yang sama. Menurutnya, Muhammadiyah itu punya misi dakwah untuk kebaikan rakyat. Begitu juga Hanura yang bervisi yakni membangun akhlak dan moral bangsa melalui kegiatan politik. "Walaupun wilayah yang kami tempuh berbeda," ujar mantan Panglima ABRI yang mengenakan kemeja kuning Hanura.
Di akhir acara pertemuan tersebut, Wiranto memberikan cenderamata berupa perhiasan seperti berlian berbentuk hati dan bertuliskan Partai Hanura. "Ini maharnya (mas kawin)," canda Wiranto. Ternyata tidak hanya itu, Wiranto juga memberikan satu buah buku Hanura. "Ini surat nikah," ujar Wiranto sambil memberikan buku tersebut.
Din pun langsung menanggapi dengan mengatakan, sejak lahir Muhammadiyah tidak punya hubungan dengan partai politik. Namun dikatakan Din, Muhammadiyah memberikan kebebasan bagi warganya untuk bergabung dengan parpol.
"Hanura kami persilakan untuk mendekati atau menyapa warga Muhammadiyah yang ada di pasar bebas politik. Kala mau ajak silakan, sapalah dengan baik," kata Din memberi lampu hijau.
Sebelum Hanura, Din Syamsuddin juga pernah disambangi para petinggi PDI Perjuangan. Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Taufik Kiemas dan Sekjen Pramonon Anung, tahun lalu juga sempat "meminang" tokoh Islam itu.
(sjn)