Makam Astana Giri Bangun Untuk Siapa?

|
KARANGANYAR- Nama Astana Giri Bangun belakang ini menjadi sorotan publik luas. Makam keluarga Cendana tersebut memang terletak di bawah makam Pengadeg yakni raja-raja Mangkunegara. Astana khusus di Argo Sari mempunyai luas sekitar 81 meter persegi.

Astana Giri Bangun adalah kompleks makam keluarga mantan Presiden Soeharto yang terletak di Desa Karang Bangun, Kecamatan Matesih. Sekitar 18 KM jarak dari pusat Kota Karanganyar menuju ke arah timur. Kompleks makam seluas 4,3 hektar tersebut berada di bukit atau tepat di bawah istana pangadeg (makam raja-raja Mangkunegaran).

Sedangkan ketinggian Astana Giri Bangun  sekitar 666 dpl dan pangadeg 750 dpl. Ibu Tien Soeharto sendiri masih keturunan dari mangkunegaran ke III. Usai jasad mantan presiden Suharto dimasukkan ke liang lahat beberapa jam kemudian pengunjung langsung bisa masuk ke lokasi Argo Sari.

Tidak jarang dari mereka melakukan foto-foto makam Suharto dan keluargannya. Meski dijaga aparat keamanan akan tetapi masyarakat bisa masuk dan melakukan foto di dekat makam penguasa orde baru tersebut.

"Saya beruntung bisa masuk setelah beberapa jam Pak Harto dimakamkan," ujar Suprapti pengunjung dari Karanganyar. Dia mengatakan ruang utama Astana Giri Bangun yakni Argo Sari terdapat empat makam.

Yakni makam Fatimah Siti Hartinah atau ibu Tien Soeharto, makam Fatmanti Soemaharjono (ibunda Ibu Tien Soeharto), makam Soemaharjono (bapak dari Tien Soeharto) dan Siti Hartini Oudang (kakak tertua Ibu Tien Soeharto). Sedangkan di ruang utama masih cukup luas. "Mungkin ini juga untuk anak dan cucu dari Ibu Tien Suharto. Sebab kompleks makamnya cukup luas" tambahnya.

Sementara di Argo Sari dan kompleks pendoponya ada 20-an makam. Meski tertera nama-namanya seperti Sugiyatmo dan Sutardi Hardi Lukito akan tetapi tidak disebutkan apa hubungannya dengan keluarga ibu Tien Suharto. Ruangan di sini cukup sejuk dan dingin.

Sementara Kepala Pelaksana Harian Giri Bangun, Sukino mengatakan kompleks makam Astana Giri Bangun bukan hanya untuk keluarga cendana saja akan tetapi juga untuk yayasan Ibu Tien Suharto.

Artinya, makam itu juga diperuntukkan untuk pengurus dalam yayasan Ibu Tien Suharto. "Selain itu makam keluarga, Astana Giri Bangun juga diperuntukkan untuk pengurus yayasan Ibu Tien Suharto" tandas Sukirno.

Dia menambahkan Astana Giri Bangun saat sudah terisi 20 jasad. Meski tidak hafal satu per satu akan tetapi Sukirno mengatakan hubungan dengan ibu Tien adalah keponakan seperti tante dan paman serta pengurus Yayasan. Diantaranya adalah mantan kepala rumah tangga Ndalem Kalitan, Sugiyatmo, kemudian pengurus yayasan seperti Sutardi Hardi Lukito dan lain-lain

(sjn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Hari Ini, Jokowi Temui Pimpinan DPR