tragedi sukhoi

NEWS » News

Polisi Gagalkan Perdagangan 2 Janda

Kamis, 31 Januari 2008 19:01 wib

SIMALUNGUN - Polres Simalungun menggagalkan upaya perdagangan dua janda asal Belawan. Diduga, dua korban ini akan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Bukit Maraja Kabupaten Simalungun.

"Setelah dihubungi melalui telepon, pemilik barak serta pria yang membawa kedua wanita itu dari Medan datang menjemput ke Pematangsiantar dan langsung ditangkap," terang Kapolres Simalungun AKBP Rudi Hartono melalui Perwira Humas Kompol Mansyur, Kamis (31/1/2008).

Selain berhasil menyelamatkan kedua janda tersebut, polisi juga suksesk menangkap AF (23), warga Medan dan suami istri pemilik barak di Bukit Maraja. Selain itu, juga ditangkaop Y alias A, S (40), serta seorang pria lainnya berinisial P (27). Ketiganya, warga Bukit Maraja Kabupaten Simalungun.

Keberhasilan polisi menggaggalkan upaya trafficking itu setelah kedua janda, Nana (32) dan Sri Indah (22), berhasil kabur dari lokalisasi Bukit Maraja. Keduanya pun melapor ke kantor polisi.

Dari laporan kedua wanita itu, polisi selanjutnya memancing pemilik barak yang akan menampung mereka di Bukit Maraja. Tujuannya, untuk datang menjemput ke Kota Pematangsiantar.

Mansyur menambahkan, dari keterangan kedua pelapor, sebelumnya mereka dijanjikan AF untuk dipekerjakan sebagai kasir di warung kopi di Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Janjinya, akan mendapatkan gaji Rp600 ribu per bulan.

Namun lanjut Mansyur, keduanya justru dibawa dari Belawan ke Bukit Maraja dan ditempatkan di salah satu barak. Sehingga, mereka kabur dari lokalisasi itu pagi harinya dan melapor ke polisi.

Polisi masih belum menetapkan status keempatnya sebagai tersangka. Sebab, masih menjalani pemeriksaan. "Nanti dari hasil pemeriksaan yang dilakukan baru dapat disimpulkan status mereka," tuturnya.

Menurut Sri Indah, yang bekerja sebagai pedagang nasi di Belawan mengatakan, mereka menuruti ajakan AF karena tergiur dengan tawaran bekerja sebagai kasir. "Sebelumnya kami sudah curiga saat dibawa melewati Tanjung Morawa dan menanyakannya kepada AF. Namun dia (AF) mengatakan kepada kami untuk tenang saja. Sehingga, kami hanya bisa diam," jelas Indah di Mapolres Simalungun.

Nana, janda beranak dua dan Sri Indah janda beranak satu mengaku sangat bersyukur bisa kabur dari lokalisasi tersebut. Dia pun ingin segera pulang ke Belawan untuk kembali berdagang nasi.
(Ricky Fernando Hutapea/Sindo/ism)