JAKARTA - Wacana pemindahan Ibu Kota RI dari Jakarta dinilai bukan hal yang mustahil. Sebab, beberapa negara di dunia termasuk Malaysia dianggap sudah melakukan hal tersebut.
"Perpindahan Ibu Kota negara bukan hal tabu," ujar anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Almuzamil Yusuf
dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Selasa (5/2/2008).
Â
Beberapa pertimbangan pemindahan ibu kota RI menurutnya adalah, karena Jakarta sangat semrawut. Terutama transportasi, perumahan, kepadatan penduduk, dan persoalan banjirnya yang tak kunjung selesai. Bahkan semua itu justru bertambah buruk.
Â
"Yang bisa dilakukan misalnya dengan pemisahan pusat pemerintahan dengan pusat bisnis. Contoh kasus ialah Malaysia yang pusat pemerintahannya dipindah ke Putrajaya dan AS yang dipindah ke Washington. Sementara, pusat bisnis mereka tetap di Kuala Lumpur dan New York," bebernya.
Dikatakan juga, ternyata Pakistan menerapkan metode serupa. Dengan pusat perdagangan terletak di Karachi, namun pusat pemerintahan terdapat di Islamabad.
"Pada zaman Belanda dahulu, pemisahan semacam itu juga terjadi, dengan pusat pemerintahan (tempat guberbur jenderal) terdapat di Bogor, sedangkan Batavia ata Jakarta menjadi pusat perdagangannya," ujar Ketua Departemen Polkam DPP PKS ini.
(Ismoko Widjaja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.