JAKARTA - Polda Metro Jaya menyita ratusan senjata tajam (sajam) milik The Jak Mania suporter tim sepakbola Persija. Ratusan sejam itu diantaranya clurit, pengaris besi, sabuk besi, bambu dan sebagainya. Selain sajam, ditemukan juga beberapa botol minuman keras yang disimpan di dalam tas mereka.
Penyitaan dilakukan di depan halaman Polda Metro Jaya sebelum mereka memasuki area Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (5/2/2008), untuk menyaksikan pertandingan Semi Final Liga Indonesia Persija melawan Sriwijaya FC.
Direktur Interkam Polda Metro Jaya Kombes Pol Suparni Parto mengatakan, penyitaan sajam ini dilakukan untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tawuran atau bentrokan masa pendukung antar kedua kesebelasan. "Untuk mengantisipasi saja, sebab biasanya jika The Jak Mania sudah turun pasti rusuh atau terjadi keributan," ujar Kombes Pol Suparni di temui di lokasi sweeping.
Mennurut dia, mereka yang tertangkap basah membawa sajam atau minuman keras tidak akan ditahan. Mereka hanya didata satu persatu dan dimintai keterangan lebih lanjut. "Tindakan yang kami gunakan persuasif. Artinya, tidak ada penahanan atau penangkapan. Mereka hanya dimintai keterangan lebih lanjut," terangnya.
Selain supoter, puluhan sopir angkutan umum juga menjadi sasaran empuk petugas Direktorat Lalu Lintas untuk memeriksa surat-surat mobil tersebut. Dari hasil pantauan, puluhan sopir angkutan umum diberikan surat tilang kepada petugas karena sebagian tidak membawa surat-surat mengemudi seperti SIM dan STNK.
Di Jakarta Barat, empat supporter Jakmania diamankan ke Mapolres Jakarta Barat karena kedapatan membawa senjata tajam. Keempatnya yakni, Poterang (16), Eriko (17), Rijal (17), dan Ika (17), dari tangan para mereka petugas menyita dua bilah golok dan samurai, satu celurit, dan besi.
Bripda Yopi Sanjaya mengatakan, mereka konvoi dengan menggunakan berbagai truk dari berbagai wilayah di Jakarta. Setibanya di Slipi, para supporter tersebut kemudian pindah ke angkutan lain. Petugas yang saat itu tengah patroli kemudian melakukan razia. Hasilnya, beberapa orang supporter diamankan karena membawa senjata tajam.
Menurut dia, saat dilakukan razia Poterang (17), salah seorang supporter berusaha menghindari petugas. Melihat gelagat mencurigakan, petugas langsung melakukan pemeriksaan. Saat digeladah, petugas mendapati sebilah samurai dan golok bergerigi yang disimpan dalam tasnya. "Mereka kami amankan ke Mapolres untuk dimintai keterangan terkait kepemilikan sajam," ujarnya.
Poterang (17), salah seorang supporter mengaku, nekat membawa senjata tajam dengan alasan untuk jaga diri, saat nonton pertandingan sepakbola di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. "Buat jaga-jaga kalau terjadi tawuran," ujar Remaja yang tinggal di Kampung Muara Baru, Penjaringa, Jakarta Utara. (Moch Yamin/Sindo/ism)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan