JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Adang Firman dengan alasan keamanan, pihaknya melarang pertandingan Final Liga Indonesia dilaksanakan di Jakarta.
"Pertandingan tidak dibubarkan, tapi tidak diizinkan di Jakarta. Ini melihat perkembangan yang terjadi," kata Adang usai salat Jumat di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/2/2008). Adang mengatakan, pelarangan ini melihat berbagai aspek, salah satunya masalah keamanan. "Kita menangkap beberapa suporter yang membawa senjata tajam dan sebagainya," katanya.
Karena masih seperti ini, Adang mengaku berat memberikan izin pertandingan antara Sriwijaya FC dan PSMS bertanding di Jakarta. "Bukan masalah kesiapan pengamanan. Tapi kita lihat suporter tidak disiplin," ujarnya.
Dia juga mengingatkan, saat ini masih suasana berkabung atas meninggalnya suporter Jakmania yang tewas dikeroyok saat pertandingan semifinal, Rabu (6/2) kemarin. "Jadi, massa masih marah, terutama Jakmania," katanya.
Selain itu, Kapolda juga menyesalkan pihak panitia yang melanggar kesepakatan dengan membiarkan pedagang minuman masuk ke dalam area Senayan.
Mengenai tiket yang dibeli dan tempat pelaksaan Final Liga Indonesia, Kapolda menyerahkannya kepada PSSI. "Silakan tanya PSSI," pungkasnya.
(jri)