Ponpes Lirboyo Dirikan Wisata Ziarah

KEDIRI - Komplek makam pendiri dan sesepuh Pondok Pesantren Lirboyo dibongkar. Pembongkaran tersebut untuk memperbesar kapasitas tempat peziarah, seiring dimasukkannya makam tersebut ke dalam rangkaian wisata ziarah Wali Songo.

Pembongkaran areal makam dilakukan setelah Badan Pembina Kesejahteraan Pondok Pesantren (BPKP2) Lirboyo menggelar rapat istimewa. Dalam forum yang diikuti sejumlah pengasuh dan pemimpin Ponpes Lirboyo tersebut, disepakati untuk membongkar areal makam demi kenyamanan para peziarah.

"Akhir-akhir ini banyak peziarah yang mendatangi makam pendiri Lirboyo. Bahkan makam ini sudah masuk ke dalam agenda ziarah wisata Wali Songo," ungkap Nabil Haroen, humas Lirboyo di kantornya, Senin (11/2/2008).

Selama ini komplek makam berukuran 8x10 meter tersebut kurang memiliki ruang bagi peziarah. Apalagi pada saat kegiatan belajar, banyak santri yang memanfaatkan ruangan itu untuk mengaji. Sehingga praktis peziarah yang ingin memanjatkan doa di tempat itu harus bergiliran.

Selain didatangi para wisatawan dari dalam kota, komplek makam yang berisi 20 nisan dengan di antaranya makam KH Abdul Karim, KH Marzuki Dahlan, KH Machrus Ali, dan KH Maksum Djauhari ini juga dibanjiri peziarah dari luar kota. Setiap pekannya rata-rata terdapat belasan bus yang mengangkut rombongan dari berbagai daerah.

Untuk kelancaran pembongkaran itu, sejumlah kamar yang dihuni puluhan santri terpaksa ikut dirobohkan. Rencananya mereka akan menempati kamar baru yang akan dibangun di lantai dua.

"Sebanyak 20 kamar yang masing-masing diisi 5-10 orang terpaksa dirobohkan untuk meluaskan areal makam. Kami sangat serius untuk mengelola makam ini menjadi tempat ziarah wisata," ujar Nabil. (jri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Golkar Sumut Bungkam Atas Pelecehan yang Dilakukan Kadernya