2.000 Rumah BRR Diterlantarkan Kontraktor

|

BANDA ACEH - Sebanyak 2.000 rumah yang di bangun BRR untuk korban tsunami di Aceh, ditelantarkan oleh 26 Perusahan mitra BRR. Rumah yang ditelantarkan itu Kebanyakan merupakan rumah bantuan yang mulai dibangun pada tahun 2006 dan 2007.

 

Rumah bantuan tersebut tersebar di beberapa daerah seperti Aceh Jaya, Aceh Besar, Banda Aceh, dan Pidie. Masyarakat di beberapa daerah tersebut masih menunggu janji dari lembaga pengurus dana untuk korban tsunami tersebut.

"26 perusahanan lokal yang mengerjakan pembangunan rumah tersebut dimasukkan ke dalam daftar hitam BRR. Mereka telah mengingkari kontrak kerja dalam pembangunan perumahan yang di danai BRR," kata Deputi Perumahan BRR, Bambang Sudiatmo di banda Aceh, Jumat (15/2/2007)

 

Bambang mengaku, selain melakukan upaya tersebut, BRR tidak mempunyai cara lain untuk mengatasi para kontraktor yang membandel. Mereka akan berupa agar tugas perumahan yang dikerjakan BRR dan dapat diselesaikan April ini.

 

"Daftar hitam BRR akan berlaku satu tahun. Ini untuk internal BRR saja, saya tidak tahu apakah daftar tersebut disampaikan kepada lembaga lain," ungkapnya..

 

Selain itu, Bambang menyebutkan, satu perusahan asal Medan Sumatera Utara, PT BG, dilaporkan ke polisi karena melakukan pelanggaran atas kontrak kerja pembangunan 350 rumah BRR di Pulau Sarok Kabupaten Aceh Singkil. Menurut Bambang, saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh pihak kepolisian Aceh Singkil.

 

Banyaknya perumahan BRR yang ditelantarkan kontraktor, membuat citra dan kinerja lembaga tersebut buruk di mata masyarakat Aceh. Lembaga Swadaya Masyarakata yang kritis terhadap BRR menilai menilai, BRR tidak memiliki sikap tegas dalam mengawasi para kontraktor.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kronologi Bentrokan Berdarah di Makassar