Ahli Lumpur DPR Ternyata dari Lapindo

JAKARTA - Pernyataan yang dikeluarkan Tim Pengawas Lumpur Lapindo DPR bahwa lumpur di Sidoarjo disebabkan faktor alam dinilai tidak aneh. Sebab, pakar yang digunakan DPR berasal dari Lapindo Brantas Inc.

"DPR itu mengirim dua orang ahli yang berasal dari pihak Lapindo. Jelas dua ahli tersebut mengatakan bahwa itu merupakan peritiwa alam yang bukan disebabkan karena salah pengeboran," kata ahli perminyakan ITB Rudi Rubiandini saat dihubungi okezone di Jakarta, Selasa (19/2/2088).

Dibeberkannya, tidak banyak pihak yang memegang data tentang Lapindo. Meski begitu, para ahli dari luar negeri telah menyatakan tidak ada kaitannya antara gempa di Yogyakarta pada 27 Mei 2006 dengan luapan lumpur.

"Saya pikir ini hal cukup aneh. Jelas-jelas fakta yang ada seperti itu, tapi pemerintah dalam hal ini DPR masih saja mengambil keputusan di luar fakta," sesalnya.

Lontaran yang diungkapkan Rudi cukup beralasan. Dirinya memiliki data yang lengkap semenjak dirinya melakukan investigasi di awal kejadian.

Diungkapkannya, salah satu penyebab semburan adalah pengeboran dengan tekanan yang terlalu besar di Sumur Banjar Panji I milik Lapindo. Hal itu menimbulkan keretakan tanah, dan lumpur panas akhirnya keluar lewat samping lubang yang belum dipasangi casing.

Ditegaskan Rudi, kasus lumpur murni karena kesalahan pengeboran yang dilakukan pihak Lapindo, bukan karena peristiwa alam. Hal ini juga tidak ada kaitannya dengan gempa tektonik di Yogyakarta. (jri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pembunuh Satu Kelurga di Jombang Pantas Dihukum Mati