getting time...

NEWS » News

5 Warga NTT Tewas Kelaparan, 90.000 Lain Kritis

Lelin - Okezone
Kamis, 6 Maret 2008 11:35 wib

KUPANG - Lima warga penderita busung lapar di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, akhirnya meninggal dunia. Kelimanya berasal dari keluarga miskin yang telah lama mengalami gangguan gizi.

Para korban tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah akibat kekurangan dana. Tiga di antara yang tewas masih berusia dibawa lima tahun, sedangkan dua lainnya masing-masing 13 dan 15 tahun.

Kepala Seksi Penanganan Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Maxi Taopan yang dihubungi mengatakan, sejak 2007 lalu, pemerintah pusat menghentikan bantuan dana bagi penanganan gizi di NTT.

"Keadaan ini semakin memperburuk penanganan para penderita gizi. Padahal Pemerintah Provinsi NTT telah mengusulkan permintaan dana sebear Rp56 miliar," ujarnya, Kamis (6/3/2008).

Para korban tewas penderita busung lapar di Rote Ndao, menurut Kepala Dinas Kesehatan setempat, Jonathan Lenggu, mengalami komplikasi berbagai penyakit seperti diare, TBC, panas tinggi dan penyakit ikutan lainnya.

"Karena kondisi fisik yang lemah sehingga mereka gampang tertular penyakit," ujarnya.

Menurut Lenggu, kebanyakan korban berasal dari keluarga miskin dengan pola hidup yang kurang higienis.

"Minimnya dana dari APBD Kabupaten, Provinsi dan Pusat ikut mempengaruhi penanganan gizi di daerah," lanjutnya.

Taopan mengharapkan, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat segera merespons permintaan dana sebesar Rp56 miliar yang diusulkan sejak 2007 lalu. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan makanan tambahan padat gizi, revitalisasi posyandu dan biaya operasional bagi petugas posyandu.

Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan NTT menyebutkan, jumlah balita yang mengalami masalah gizi mencapai 90.000 orang dari 497.577 balita yang ada. Sebanyak 12.400 balita mengalami gizi buruk tanpa kelainan klinis, dan 167 balita mengalami gizi buruk dengan kelainan klinis (busung lapar atau komplikasi marasmus dan kwashiorkor).

Sementara 68.873 balita lainnya mengalami gizi kurang.

Kabupaten yang paling banyak terdapat balita gizi buruk dengan kelainan klinis adalah Timor Tengah Utara yakni 81 balita, disusul Sumba Barat 27 balita, dan Rote Ndao 13 balita.

Sedangkan penderita kurang gizi paling banyak terdapat di Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni berjumlah 12.971 balita, Kabupaten Sikka 8,472 balita, Manggarai 8,364, Timor Tengah Utara 7.267 balita dan Kupang 6.865 balita.
(jri)