Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Isi Supersemar Bukan Pengalihan Kekuasaan

Kemas Irawan Nurrachman , Jurnalis-Selasa, 11 Maret 2008 |07:02 WIB
Isi Supersemar Bukan Pengalihan Kekuasaan
A
A
A

JAKARTA - Surat perintah 11 Maret (Supersemar) 1966 yang diberikan kepada mantan Presiden Soeharto dari Soekarno, bukanlah surat penyerahan pemerintah, melainkan surat perintah pengamanan.

Hal ini diungkapkan Pakar Telematika Roy Suryo dalam pesan singkatnya kepada okezone, Selasa (11/3/2008).

"Supersemar adalah suatu perintah pengamanan. Perintah pengamanan jalannya pemerintahan, perintah pengamanan keselamatan pribadi presiden, perintah pengaman wibawa presiden, perintah pengamanan ajaran presiden," kata Roy mengutip pidato Soekarno yang diambil dari Arsip Nasional Republik Indonesia.

Dia menambahkan, adanya pernyataan tersebut membuka tabir Supersemar yang saat ini telah menyimpang mulai terkuak.

"Moment adanya Supersemar tersebut telah dimanfaatkan 'secara cerdik' oleh Soeharto untuk melakukan Coup de etat (pengambilan kekuasaan), yang mana memang situasi dan kondisi masyarakat Indonesia saat itu mendukung," tandasnya.

Oleh karenannya, lanjut Roy, dirinya berharap pihak-pihak terkait dapat meluruskan sejarah yang selama ini menyimpang.

"Oleh karena itu perlu disosialisasikan kepada masyarakat dengan bijak oleh semua pihak, tanpa perlu mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena saat itu, situasi dan kondisinya memang memungkinkan hal tersebut terjadi," imbuhnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement