JAKARTA - Pakar Telematika Roy Suryo menyangsikan keaslian surat perintah 11 Maret (Supersemar) yang saat ini masih beredar luas di masyarakat. Bahkan, lanjut Roy, surat Supersemar yang dibawa tiga petinggi saat itu bukan yang asli.
Tiga petinggi yang dimaksud yakni Mayjen Basuki Rahmat, Brigjen M Yusuf, dan Brigjen Amir Machmud.
"Saya yakin naskah asli Supersemar tidak akan pernah ditemukan. Karena ada kemungkinan sudah dimusnahkan, termasuk surat yang dibawa tiga petinggi militer saat itu," kata Roy dalam pesan singkatnya kepada okezone, Selasa (11/3/2008).
Dia menambahkan, Supersemar yang saat ini berada di masyarat ditenggarai merupakan rekayasa.
"Keempat naskah yang Supersemar sudah saya periksa semua, dan rata-rata memang tidak ada bentuk aslinya, hanya berbentuk kopi yang tersimpandi ANRI, buku-buku sejarah, maupun Pusdok TNI," tandasnya.
Ketidak aslian surat tersebut, lanjut Roy, dapat terlihat dari bentuk fisik dari surat tersebut.
"Terjadi perbedaan dalam bentuk, letak kop, jenis huruf, tatacara dan justifikasi pengetikan, spasi serta tanda tangan Bung Karno," paparnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari