Keluarga Purnawirawan TNI AD Tolak Kosongkan Rumah

|

JAKARTA - Keluarga purnawirawan TNI AD menolak mengosongkan rumah dinas di Komplek Batalyon Perhubungan, Jalan Pejambon I, Jakarta Pusat. Pasalnya mereka menganggap rumah yang ditempati bukan milik TNI AD, melainkan milik Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB).

"TNI AD keliru menyuruh kami mengosongkan rumah tersebut. karena rumah yang dihuni warga berdiri di atas tanah milik GPIB," jelas salah satu warga, Budi Setyadi yang didampingi anggota Komisi I DPR Permadi, dalam jumpa persnya di Jalan Pejambon II No 5, Jakarta, Selasa (11/3/2008).

Diketahui Batalyon Perhubungan Mabes AD telah melayangkan surat perintah pengosongan 5 buah rumah dinas di Komplek Batalyon TNI AD pada tanggal 24 Maret 2008. Surat tersebut dikirimkan pada 13 Februari 2008.

Kelima rumah yang harus dikosongkan adalah: rumah nomor D8 yang saat ini ditinggali Ibu Nunik Sulistyowati, nomor E1 yang ditempati Ibu Adah, G8 ditempati Ibu Sumarni, H1 ditempati Yayuk Abdulrahim, dan V8 yang ditempati Dudi Mustopo.

Warga mengaku dari penggusuran akan diberi kerohiman Rp8 juta dari TNI AD, namun jika melawan maka uang kerohiman akan dipotong 50% menjadi Rp4 juta.

"Kita jelas menolak. Kalau keluar rumah, kita masuk rumah. Kalau seperti sekarang ini namanya tidak menusiawi," pungkas Budi.

(uky)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pria Ini Membeli Pulau dan Mendirikan Kerajaan Sendiri