Kecelakaan Heli TNI AU di Subang Bukan Sabotase

|

BANDUNG - Musibah jatuhnya pesawat helikopter latih milik TNI AU Skuadron Udara Lanud Suryadarma Kalijati, di areal perkebunan tebu, Desa Wanasari, Kec Cipunagara, Kab Subang, pihak kepolisian Subang mengaku tidak menemukan adanya unsur sabotase.

Kapolres Subang AKBP Sugiyono menerangkan, hasil pengembangan penyidikan sementara termasuk pemeriksaan sejumlah saksi, tidak ditemukan adanya unsur sabotase dalam kecelakaan itu jenis Bell 47-G buatan Swiss tahun 1978.

"Tidak ada unsur ke arah sana. Itu murni kecelakaan," ujar Sugiyono saat dihubungi wartawan melalui saluran telepon, Rabu (13/3/2008).

Dia menyatakan, sebelum jatuh, Helekopter Soloy itu sempat berputar-putar di atas areal perkebunan tebu milik PT Pabrik Gula Rajawali II. Berdasarkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian, pesawat terbakar sebelum jatuh ke darat.

"Ketika peristiwa itu terjadi, warga setempat tidak sempat memdamkan api karena lebih terfokus menolong para korban, Henky asal Malang, Jawa Timur, dan mekanik Prada TNI AU Ridi, warga Kalijati, Subang," paparnya.

Namun lanjutnya, pilot pesawat itu sudah meninggal dunia ketika dievakuasi warga. Sementara, Prada Ridi yang mengalami luka dibagian wajah, tangan, kaki dan leher hingga kemarin masih menjalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit (RS) TNI AU Salamun Jalan Ciumbuleuit, Bandung.

Menurut Kepala RS TNI AU Salamun Mulyono, guna mencegah terjadinya infensi pada luka bakar korban, tim dokter terus memberikan perawatan dengan menggunakan peralatan khusus dan pemberikan obat antiseptik.

"Meski korban sempat mengalami dehidrasi, secara umum kondisi korban relatif stabil," kata Mulyono.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Politikus Veteran Tunisia Klaim Menangi Pilpres