TKW Banyumas Dijadikan PSK di Malaysia

|

BANYUMAS - Lagi-lagi nasib malang menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Banyumas, Jawa Tengah. Melia Nugrahwati (34), asal Desa Gumelar RT 06 RW 01, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas ini ditipu dengan dijanjikan bekerja di diskotik dengan gaji Rp1 juta per bulan.

Namun ibu satu anak ini malahan dipaksa menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) di Serawak, Malaysia. Melia sendiri sebenarnya berpendidikan sarjana, namun ia masih juga tertipu oleh sebuah agen ilegal yang memberangkatkannya sebagai TKW.

Ibu korban, Dani Napsiyah (55) dan ayah korban, Sugono (60) terlihat terpukul mendengar kabar tentang anaknya. Keluarga Melia mengetahui kondisi korban tersebut melalui SMS yang dikirimkan korban kepada adiknya, Arif. Lewat pesan singkat tersebut korban mengatakan, kalau ia sudah ditipu dan sekarang dipekerjakan sebagai pelacur.

"Saya ingin dia bisa kembali ke rumah secepatnya," tutur ibu korban sedih, Selasa (18/3/2008).

Melia pergi menjadi TKW dengan meninggalkan satu anak usia 7 tahun, yaitu Sinda Hilma Santoso. Sesudah berpisah dengan suaminya, Budi Santoso, Melia kembali ke rumah orang tuanya dan suaminya berada di Sragen dengan anak semata mayangnya.

Sesudah melamar kerja ke berbagai perusahaan namun belum juga ada hasilnya, perempuan lulusan sebuah STIE di Yogyakarta ini kemudian membuka warung di rumahnya.

Sekitar akhir Desember 2007, Melia diajak salah seorang temannya untuk bekerja di Bali sebagai pelayan restoran dengan gaji Rp400 ribu per bulan. Hanya satu bulan Melia berada di Bali, pada bulan Januari ia berangkat ke Jakarta dan bekerja di studio foto.

Belum lama ia bekerja, ia bertemu dengan penyalur TKI bernama Katimah. Melia lalu berangkat ke Malaysia dengan dibatu oleh Katimah. Kini pihak keluarga mengaku sangat bingung untuk bisa  memulangkan Melia, karena Melia berangkat tidak melalui agen penyalur resmi.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tebang Tiga Mangrove, Pria Miskin Dibui Dua Tahun & Denda Rp2 M