Dituduh Isap Aibon, Anak Yatim Dianiaya

|

PALEMBANG - Nahas benar nasib Mamat Senol (11) menjadi korban penganiayaan oleh Pn (41), salah seorang pengurus panti asuhan dikawasan Kemuning. Akibatnya, korban mengalami luka memar dikepala dan luka gores di telinga kirinya.

"Aku sedang duduk, lalu Bapak itu datang sambil marah-marah dan menuduh aku telah menghisap aibon. Padahal, aku sedang tidak melakukan hal tersebut saat itu," kata Mamat yang juga warga Jalan Rimba Kemuning Lorong Kasih Ibu RT18, Kelurahan Kemuning Palembang, Jumat (21/3/2008).

Peristiwa itu kemudian dilaporkan korban ke Mapoltabes Palembang. Dihadapan petugas korban menceritakan, peristiwa itu terjadi di halaman panti asuhan yang berada di Jalan Rimba Kemuning, Palembang.

Menurut korban, saat itu dia sedang duduk dihalaman panti. Tiba-tiba datang terlapor Pn langsung menuduh dia telah menghisap aibon (jenis lem serba guna). Padahal, saat itu pelapor sedang tidak menghisap benda memabukkan tersebut.

Rupanya bantahan tersebut membuat terlapor marah. Dan tiba-tiba langsung memukul muka korban dengan menggunakan tangan kosong. Belum puas, terlapor kemudian mengambil sebatang kayu dan memukul kepala korban hingga mengalami luka memar dikepalanya serta bahunya. Lalu korban dijewer telinga kirinya hingga mengalami luka lecet.

"Dia sepertinya tidak mau terima penjelasan aku. Bahkan aku kemudian dia bawa ke kantor Polisi, dan mengatakan bahwa aku anak nakal yang perlu dihukum," ujar dia.

Setelah korban diperlakukan kasar, dia kemudian dibawa terlapor ke Mapolsekta Kemuning Palembang. Terlapor menitipkan korban, agar jera menghisap benda memabukkan tersebut. Merasa dirinya dianiaya tanpa tahu kesalahannya, korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Mapoltabes Palembang.

Kasat Reskrim Poltabes Palembang Kompol Kristovo Ariyanto membenarkan, telah menerima laporan dari korban. Saat ini pihaknya telah memerintahkan personelnya untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

(ism)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Toko di Beijing Larang Warga China Belanja