KEJUTAN diambil pimpinan PKB tadi malam di kantornya, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (27/3/2008). Ketua umum Muhaimin Iskandar yang sebelumnya dielus-elus Gus Dur menempati kursi nomor satu di partai Nahdliyin ini tiba-tiba diminta mundur. DPP beralasan Cak Imin ingin menggelar muktamar di luar jadwal.
Entah benar atau tidak, tapi sekali lagi rencana muktamar masih sebatas kabar dan isu yang masuk ke telinga Ketua Dewan Syuro Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Gus Dur memang sempat mengkroscek kabar tersebut ke Muhaimin yang langsung dibantah. Tapi sayangnya, Gus Dur lebih condong percaya kepada 'pembisik' lain yang berbuntut diminta mundurnya Muhaimin.
Kabar tidak sedap memang menerpa, jika insiden ini sebagai salah satu jalan putri Gus Dur, Yenny Wahid maju ke singgasana PKB. Tapi itu memang harus dibuktikan. Tapi yang jelas, jika mau melihat ke belakang, PKB bukan pertama kali mencopot jabatan ketua umumnya.
Dalam catatan okezone, Ketua Umum PKB pertama, almarhum Matori Abdul Jalil dipecat oleh pleno DPP PKB karena menghadiri sidang paripurna MPR yang memecat Abdurahman Wahid atau Gus Dur dari jabatan presiden.
Kemudian ketua umum PKB yang kedua, Alwi Shihab dipecat bersama Ketua DPP PKB Saifullah Yusuf dalam rapat pleno DPP PKB, karena merangkap jabatan sebagai Menko Kesra dan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal.
Tadi malam, ketua umum PKB yang ketiga, Muhaimin Iskandar dipecat rapat pleno DPP PKB, karena dikabarkan menggalang dukungan untuk muktamar. Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur menilai penggalangan ini adalah pembangkangaan.
Dalam rapat tersebut, Muhaimin diberikan 3 opsi: Muhaimin mundur dari jabatannya, digelar Muktamar Luar Biasa (MLB), dan opsi menolak MLB. Akhirnya, tiga suara menginginkan MLB, dua orang menolak MLB dan 20 orang menginginkan Muhaimin mundur.
Melihat peta tersebut, memang tidak aneh jika kali ini PKB -- melalui Gus Dur -- meminta mundur ketua umum. Bukan mustahil kebiasan ini tidak akan pernah hilang di tubuh PKB. Kebijakan ini, menurut peneliti CSIS Indra J Piliang akan semakin memunculkan korban-korban politik berikutnya. Sebab akan menimbulkan dendam di antara pengurus lainnya.
Tidak tertutup kemungkinan, lanjut Indra, orang yang menggantikan Muhaimin akan didongkel dengan cara serupa. Karena itu siapa saja calon pengisi kursi 'angker' PKB harus siap di-Muhaimin-kan. Tapi mungkin akan berbeda jika pengisi kursi 'angker' itu adalah putri Gus Dur. Jadi, kita lihat aksi jurus dewa mabuk Gus Dur berikutnya.
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.