getting time...

NEWS » News

Bakar Bendera Belanda, 8 Aktifis HMI Diancam 5 Tahun

Rabu, 30 April 2008 16:15 wib

MEDAN - Akibat Melakukan Pembakaran Bendera Belanda saat melakukan demo film Fitna beberapa waktu lalu, 8 Aktifis Badko HMI Sumut Terancam Penjara Maksimal 5 Tahun. 

Hal itu terungkap pada sidang perdana di PN Medan Jalan Pengadilan, Rabu (30/04/2008). Sidang ini mengagendakan pembacaan dakwaan dari JPU Kejari medan dalam perkara pengerusakan Kantor Konsulat dan pembakaran  Bendera Belanda di Jalan Mongonsidi Medan tanggal 2 April 2008 Lalu.

Menurut JPU Hatopma SH, para terdakwa diancam Pasal 170 ayat 1 KUHP karena secara bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, yang mengakibatkan Gedung Konsul Belanda di Jalan Mongonsidi  Medan mengalami kerugian secara materil senilai Rp 3 juta. 

berkas para tersangka sendiri disusun secara terpisah. Sedangkan majelis hakim diketuai oleh Hartono SH. Para terdakwa sendiri didampingi Sedikitnya 10 Pengacara yang akan membela mereka di persidangan.

Berikut nama ke 8 terdakwa pelaku pengrusakan gedung Konsul dan pembakaraan Bendera Belanda.

1.  M Yusuf Pasaribu          Ketua BADKO HMI SUMUT,
2.  M Bahmid Pulungan      Pengurus  BADKO HMI SUMUT,
3.  Aulia Rahman                Mantan Presiden BEM USU
4.  Irwan lubis                     Anggota BADKO HMI SUMUT,
5.  Ahmad Irwandi Nst        Anggota BADKO HMI SUMUT 
6.  Al Mayarudin Syahri      Anggota BADKO HMI SUMUT,
7.  Zulkifli                            Anggota BADKO HMI SUMUT,
8.  Leriadi                           Anggota BADKO HMI SUMUT,
                                         
Sementara Kuasa hukum para terdakwa, usai mendengarkan pembacaan dakwaan mengatakan, akan mengajukan Eksepsi atas dakwaan JPU pada Rabu mendatang.

Menurut Aprizon salah seorang pengacara 8 aktifis HMI BADKO SUMUT, apa yang dilakukan mahasiswa merupakan sikap sepontanitas dari mahasiswa yang marah karena pembuatan Film FITNA oleh Seorang anggota Parlemen Belanda.

"Tidak pantas klien kami untuk ditahan bak penjahat kelas kakap.Ini tidak adil bagi mereka," kata Afrizon.


(Robby Karo-karo/Trijaya/uky)

  • Wahabi bin Salafi Kafir » 0 Tanggapan
    belanda kok dibela,keparat para pendukungnya itu,anak HMI yg membakar bendera Belanda harus dilihat dari kencintaannya kepada Indonesia. Belanda harus bertanggung jawab seharusnya atas keterbelakangan Indonesia,sekarang kok bikin ulah lagi,dan masih ada cecunguk penghianat yg bela belanda,apapun alasannya,Abaikan saja belanda,kecil pengaruhnya. Belanda dari dulu bikin susah Indonesia.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.